KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Aktivitas pengangkutan barang melalui jalur laut di Kalimantan Timur kembali menggeliat pada Maret 2026. Sejumlah pelabuhan mencatat lonjakan volume muatan yang cukup tinggi, didorong meningkatnya distribusi komoditas dari berbagai daerah di Kaltim.
Jumlah barang yang diangkut melalui jalur laut pada Maret 2026 mencapai 11.325,95 ribu ton. Angka tersebut naik 31,74 persen dibandingkan Februari 2026. "Kenaikan volume angkutan barang terjadi di sejumlah pelabuhan utama di Kaltim," beber Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai.
Pelabuhan dengan lonjakan tertinggi tercatat di Pelabuhan Tanjung Santan yang meningkat 164,51 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Kenaikan juga terjadi di Pelabuhan Tanjung Redeb 73,54 persen dan Pelabuhan Tanah Grogot 65,73 persen.
Baca Juga: Penumpang Kapal di Kaltim Meledak, Pelabuhan Semayang Jadi yang Tersibuk
Selain itu, aktivitas bongkar muat turut meningkat di Pelabuhan Bontang, Pelabuhan Kuala Samboja, serta Pelabuhan Sangatta. Di sisi lain, beberapa pelabuhan justru mengalami penurunan volume angkutan.
Penurunan terbesar terjadi di Pelabuhan Semayang yang turun 41,42 persen. Penurunan juga tercatat di Pelabuhan Kariangau, Pelabuhan Samarinda, dan Pelabuhan Sangkulirang.
Distribusi barang melalui jalur laut masih didominasi oleh beberapa pelabuhan besar yang menjadi simpul pengiriman komoditas unggulan daerah. “Jumlah barang yang diangkut melalui laut dari Kaltim pada Maret 2026 didominasi oleh Pelabuhan Kuala Samboja 2.724,44 ribu ton atau 24,05 persen dari total barang angkutan laut dalam negeri,” ujar Mas’ud.
Baca Juga: Atasi Antrean Biosolar di Balikpapan, DPRD Desak BPH Migas Tambah Kuota dan SPBU di Setiap Kecamatan
Selain Kuala Samboja, volume barang terbesar juga berasal dari Pelabuhan Sangkulirang yang mencapai 2.453,28 ribu ton atau 21,66 persen dari total angkutan laut domestik. Kemudian disusul Pelabuhan Tanah Grogot sebanyak 1.858,33 ribu ton serta Pelabuhan Tanjung Redeb 1.851,80 ribu ton.
Secara kumulatif, total barang yang diangkut melalui jalur laut selama Januari hingga Maret 2026 mencapai 28.327,42 ribu ton. Jumlah itu meningkat 11,49 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo