Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Pembiayaan BSI Tembus Rp329 Triliun, UMKM hingga Kredit Rumah Jadi Motor Utama

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 15 Mei 2026 | 19:21 WIB
BERTUMBUH: Total pembiayaan BSI mencapai Rp 329 triliun atau tumbuh 14,39 persen secara tahunan.
BERTUMBUH: Total pembiayaan BSI mencapai Rp 329 triliun atau tumbuh 14,39 persen secara tahunan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - PT Bank Syariah Indonesia Tbk (BSI) terus memperkuat ekspansi pembiayaan di tengah pertumbuhan ekonomi nasional yang masih menghadapi tantangan global. Hingga Triwulan I 2026, total pembiayaan BSI mencapai Rp 329 triliun atau tumbuh 14,39 persen secara tahunan.

Pertumbuhan dobel digit tersebut terutama didorong sektor konsumer dan ritel yang menjadi fokus utama perseroan. Sebanyak 72,37 persen pembiayaan disalurkan ke segmen tersebut, sementara sisanya sebesar 27,63 persen dialokasikan untuk segmen wholesale.

Meski agresif melakukan ekspansi, kualitas pembiayaan BSI tetap terjaga. Rasio Non-Performing Financing (NPF) gross tercatat sebesar 1,8 persen, membaik dibanding periode sebelumnya yang berada di level 1,88 persen. Adapun NPF nett berada di kisaran 0,38 persen.

Baca Juga: Bisnis Emas dan Haji Meledak, Laba BSI Tembus Rp2,2 Triliun di Awal 2026

"Kinerja tersebut menunjukkan kemampuan perseroan menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan pengelolaan risiko pembiayaan," tutur Direktur Sales and Distribution BSI Anton Sukarna.

Perseroan juga aktif mendukung berbagai program prioritas pemerintah yang berkaitan dengan penguatan ekonomi masyarakat. Menurut dia, BSI telah menyalurkan dukungan terhadap program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp 198 miliar kepada 211 dapur MBG.

Selain itu, perseroan juga menyalurkan pembiayaan kepada lebih dari 80 ribu koperasi melalui program KDMP serta mendukung 17.732 nasabah penerima Kredit Usaha Rakyat (KUR).

Tak hanya itu, BSI juga memperkuat sektor perumahan rakyat melalui penyaluran fasilitas FLPP kepada 894 nasabah sepanjang kuartal pertama 2026. Total pembiayaan rumah subsidi yang telah disalurkan mencapai Rp 5,7 triliun.

Baca Juga: Generasi Muda Ramai-ramai Nabung Haji, BSI Kini Kuasai Lebih dari 53 Persen Pasar Nasional

Perseroan juga mulai terlibat dalam pembiayaan Program Perumahan (KPP) untuk pelaku UMKM sebagai bagian dari penguatan ekonomi berbasis kerakyatan.

Dengan tren pertumbuhan yang terus positif, BSI kini tidak hanya dipandang sebagai bank syariah terbesar di Indonesia, tetapi juga mulai menjadi pemain utama dalam industri perbankan nasional.

“BSI berkontribusi aktif terhadap Astacita Pemerintah dan juga mendukung program perekonomian pemerintah,” ujar Anton. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#pembiayaan BSI 2026 #kredit UMKM BSI #KUR BSI #pembiayaan rumah subsidi #bank syariah indonesia