Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Sempat Menganggur Usai Lulus Kuliah, Anis Kini Sukses Bangun Bisnis Makanan Sehat di Samarinda

Raden Roro Mira Budi Asih • Sabtu, 16 Mei 2026 | 18:48 WIB
PELUANG: Dari dapur rumahnya, Anis melihat peluang. Latar belakang pendidikan sebagai ahli gizi juga membuatnya memiliki bekal kembangkan usaha makanan sehat.
PELUANG: Dari dapur rumahnya, Anis melihat peluang. Latar belakang pendidikan sebagai ahli gizi juga membuatnya memiliki bekal kembangkan usaha makanan sehat.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Tiga bulan setelah lulus kuliah pada 2024 lalu, Anis Wijdaniah mulai gelisah. Lamaran kerja sudah dikirim ke sejumlah perusahaan, tetapi belum ada satu pun panggilan yang datang. Di tengah masa menunggu itu, dia memilih menjual makanan sehat untuk mendatangkan cuan.

Dari dapur rumahnya, Anis mulai mencoba mengolah makanan sehat secara sederhana. Saat itu, semuanya belum benar-benar dianggap serius. “Awalnya cuma buat mengisi kekosongan sambil nunggu panggilan kerja,” ujar lulusan jurusan Gizi dan Dietetika Politeknik Kesehatan Kementerian Kesehatan (Poltekkes Kemenkes) Kaltim tersebut.

Usaha yang kini dikenal dengan nama Active Eat Box itu lahir pada Desember 2024. Mulanya hanya berupa menu sederhana seperti sandwich telur dan salad ayam. Anis mengaku dunia bisnis sebenarnya tidak pernah masuk dalam rencana besarnya. Bahkan ketika pertama kali masuk kuliah pada 2020 lalu, jurusan gizi pun bukan pilihan yang sejak awal diimpikan.

Baca Juga: Kawal Hak Angket, Aliansi Masyarakat Kaltim Pastikan Tetap Demo Dua Titik 21 Mei

Dia awalnya ingin masuk jurusan kesehatan masyarakat. Namun jalan membawanya ke jurusan gizi. “Ya sudah, karena sudah terlanjur masuk, akhirnya dijalani sekalian,” katanya sambil tertawa.

Meski begitu, pengalaman kuliah justru menjadi bekal penting saat mulai merintis usaha. Selama kuliah, Anis cukup sering menjalani praktik pengolahan makanan dan memahami konsep gizi seimbang. Kemampuan itu akhirnya menjadi titik awal lahirnya Active Eat Box.

Di sisi lain, Anis juga melihat gaya hidup sehat mulai berkembang di Samarinda. Tren olahraga dan kesadaran menjaga pola makan perlahan meningkat. Dia merasa ada peluang yang bisa dicoba. “Waktu itu lagi ramai orang mulai olahraga dan peduli healthy lifestyle,” tutur perempuan kelahiran 2002 itu.

Namun membangun usaha di usia muda bukan perkara mudah. Apalagi dia tidak memiliki latar belakang bisnis sama sekali. Anis harus belajar memahami pengelolaan usaha secara mandiri, mulai dari operasional hingga pengaturan keuangan. “Saya masih belajar pelan-pelan bagaimana supaya bisnisnya bisa sustain,” ujarnya.

Baca Juga: Kurban di Balikpapan Islamic Center Menurun, Daging Akan Dibagikan untuk Petugas Kebersihan

Tantangan juga sempat datang dari lingkungan terdekat. Seperti banyak orang tua lainnya, keluarga Anis awalnya berharap dia bekerja di kantor atau fasilitas kesehatan sesuai bidang kuliahnya. “Kan stereotipe-nya kerja itu harus di kantor,” sebutnya.

Namun seiring waktu, orang tuanya mulai memahami bahwa lulusan gizi juga memiliki jalur karier yang luas, termasuk menjadi entrepreneur di bidang kesehatan dan makanan sehat. “Sekarang mereka mulai paham kalau ahli gizi itu enggak cuma kerja di rumah sakit atau klinik,” ucapnya.

Kini, Active Eat Box menjadi fokus utama yang terus dia kembangkan. Bukan hanya sebagai usaha, tetapi juga bentuk pembuktian bahwa jalan karier anak muda tidak selalu harus mengikuti pola lama. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Anis Wijdaniah #Active Eat Box #makanan sehat Samarinda #bisnis anak muda Samarinda #healthy food Samarinda