KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Ada yang bilang, dapur adalah guru terbaik. Chef Toto membuktikannya. Saat ini, pria yang bernama lengkap Suparyanto itu menjabat sebagai Sous Chef di Hotel Bumi Senyiur Samarinda. Tapi siapa sangka, orang yang menjadi pilar utama di dapur Hotel Bumi Senyiur Samarinda itu mengawali kariernya sebagai steward yang bertugas membersihkan peralatan dan area dapur.
Tahun 1996 menjadi titik mula Chef Toto ambil bagian di Hotel Bumi Senyiur Samarinda sebagai steward. Tapi daripada sekadar mengepel dan mengelap, matanya justru sibuk mengamati. Cara seniornya memotong bahan, teknik menumis, hingga seni menghias makanan, semuanya dia rekam dalam ingatan, hari demi hari.
Lama-lama, penasaran itu tidak bisa dibendung. Dua tahun setelahnya, ketika ada posisi kosong di kitchen, Chef Toto memberanikan diri angkat tangan. Dan dari situlah segalanya berubah. "Saya belajar semuanya dari proses. Melihat, mencoba dan terus belajar sampai sekarang," ungkapnya.
Baca Juga: Sajian Hotel Bumi Senyiur yang Bikin Nagih, Ada Ikan Bakar hingga Minuman Kekinian
Tidak ada kelas memasak. Tidak ada ijazah kuliner. Yang ada hanya ketekunan dan rasa ingin tahu yang tidak pernah padam. Pelan-pelan, keterampilannya tumbuh, dari memasak masakan Chinese, mengolah berbagai bahan, hingga akhirnya menguasai berbagai menu khas hotel.
Kini, lebih dari tiga dekade berlalu. Chef Toto bukan lagi steward yang mengintip aktivitas dapur dari sudut ruangan. Ia adalah bagian tak terpisahkan dari dapur Bumi Senyiur itu sendiri. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo