Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kebutuhan Modal Usaha Mulai Naik, Kredit Perbankan di Kaltim Tembus Rp199 Triliun

Raden Roro Mira Budi Asih • Minggu, 17 Mei 2026 | 20:09 WIB
Kepala KPw BI Kaltim, Jajang Hermawan.
Kepala KPw BI Kaltim, Jajang Hermawan.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Aktivitas usaha di Kalimantan Timur mulai menggeliat pada akhir 2025. Sinyal itu terlihat dari meningkatnya kebutuhan pembiayaan dunia usaha yang mendorong pertumbuhan kredit perbankan di Benua Etam kembali menguat pada triwulan IV 2025.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan mencatat penyaluran kredit di Kaltim pada triwulan IV 2025 mencapai Rp199,04 triliun atau tumbuh 3,39 persen secara year on year (yoy). Angka tersebut meningkat dibanding triwulan sebelumnya yang tumbuh 2,37 persen (yoy).

Kinerja itu bergerak sejalan dengan pertumbuhan kredit nasional yang juga mengalami peningkatan. Secara nasional, pembiayaan tumbuh 9,33 persen (yoy), naik dari 7,16 persen (yoy) pada triwulan sebelumnya.

Baca Juga: Perjalanan Luar Negeri via Bandara Sepinggan Turun 15 Persen, BPS Kaltim Ungkap Penyebabnya

Meski demikian, pertumbuhan kredit Kaltim masih berada di bawah capaian nasional. Kondisi tersebut mulai terjadi sejak awal 2024, setelah sebelumnya pertumbuhan kredit daerah selalu melampaui nasional.

Peningkatan kredit di Kaltim terutama didorong membaiknya kredit modal kerja. "Pada triwulan IV 2025, kredit modal kerja tumbuh 2,50 persen (yoy) setelah sebelumnya mengalami kontraksi -2,29 persen (yoy)," lanjut Jajang.

Kondisi tersebut menunjukkan kebutuhan pembiayaan dunia usaha mulai meningkat dan ikut mendorong perbaikan aktivitas ekonomi di daerah. Di sisi lain, kredit investasi dan kredit konsumsi mengalami perlambatan.

Kredit investasi tercatat tumbuh 2,50 persen (yoy), lebih rendah dibanding triwulan sebelumnya 3,51 persen (yoy). Sementara kredit konsumsi melambat dari 8,40 persen (yoy) menjadi 6,21 persen (yoy).

Baca Juga: Segera Disahkan, Raperda Kawasan Tanpa Rokok Balikpapan Tunggu Fasilitasi Pemprov Kaltim

"Dari sisi debitur, penyaluran kredit masih didominasi kalangan korporasi dengan pangsa mencapai 64,76 persen dari total kredit. Sementara debitur perseorangan memiliki pangsa 29,17 persen dan pemerintah 0,02 persen," jelasnya.

Selain pertumbuhan kredit yang membaik, kualitas kredit perbankan di Kaltim juga tetap terjaga. Pada triwulan IV 2025, rasio non performing loan (NPL) tercatat 1,33 persen atau menurun dibanding triwulan sebelumnya.

Penurunan NPL terutama terjadi pada kredit modal kerja dan kredit konsumsi yang masing-masing berada di level 1,48 persen dan 2,58 persen. Sementara rasio NPL kredit investasi tercatat sebesar 0,65 persen atau sedikit meningkat dibanding periode sebelumnya.

“Secara keseluruhan rasio NPL di Kaltim terjaga di level yang rendah serta masih berada di bawah threshold 5 persen, didukung oleh upaya penerapan prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko oleh pihak perbankan,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kredit perbankan Kaltim #kredit modal kerja #penyaluran kredit 2025 #Ekonomi Kaltim #BI Kaltim