KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Sektor konstruksi menjadi motor utama pertumbuhan kredit perbankan di Kalimantan Timur pada triwulan IV 2025. Lonjakan pembiayaan di sektor tersebut bahkan menembus dua digit dan jauh lebih tinggi dibanding periode sebelumnya.
Kredit sektor tersebut tumbuh 23,01 persen secara year on year (yoy) pada triwulan IV 2025. Melonjak signifikan dibanding triwulan sebelumnya yang hanya tumbuh 6,99 persen (yoy).
Selain konstruksi, perbaikan juga terjadi pada sektor pertambangan. Meski masih berada di zona kontraksi, penurunan kredit di sektor tersebut mulai melandai dari -11,99 persen (yoy) menjadi tumbuh positif 0,60 persen (yoy).
Baca Juga: Tanah Longsor Nyaris Tutup Akses Jalan di Ujoh Bilang
Capaian itu menjadi kinerja terbaik sektor pertambangan sejak awal 2025. "Perbaikan tersebut sejalan dengan meningkatnya pertumbuhan ekonomi sektor pertambangan yang didorong kenaikan volume ekspor batu bara," ungkap Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.
Sementara itu, kredit sektor industri pengolahan masih tumbuh cukup tinggi yakni 12,08 persen (yoy). Namun capaian tersebut melambat dibanding triwulan sebelumnya yang mencapai 22,20 persen (yoy).
Baca Juga: Fakta Utang Luar Negeri Indonesia 2026: Tembus Rp7.658 Triliun, Pertumbuhan Mulai Melambat
Meski pertumbuhannya mulai membaik, sektor pertambangan masih menjadi sektor dengan pangsa kredit terbesar di Kaltim. Porsinya mencapai 20,70 persen dari total kredit yang disalurkan perbankan.
Di tengah peningkatan penyaluran kredit, kualitas kredit sektor utama di Kaltim juga tetap terjaga. Rasio non performing loan (NPL) seluruh sektor utama tercatat masih berada di bawah ambang batas 5 persen.
Rasio NPL sektor pertanian tercatat 0,19 persen, sektor pertambangan 0,41 persen, dan industri pengolahan sebesar 0,22 persen. "Sementara sektor konstruksi menjadi sektor dengan NPL tertinggi di antara sektor utama lainnya, yakni 2,63 persen," tutup Jajang. (*)
Editor : Sukri Sikki