Balikpapan Pecahkan Rekor Kredit Perbankan, Tembus Rp57,44 Triliun pada 2025

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Senin, 18 Mei 2026 | 17:09 WIB
TERTINGGI: Secara spasial, Balikpapan catat realisasi penyaluran kredit tertinggi secara tahunan. (ANGGI/KP)
TERTINGGI: Secara spasial, Balikpapan catat realisasi penyaluran kredit tertinggi secara tahunan. (ANGGI/KP)

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Balikpapan menjadi daerah dengan pertumbuhan kredit tertinggi di Kalimantan Timur pada triwulan IV 2025. Tingginya aktivitas ekonomi di kota minyak itu ikut mendorong penyaluran kredit perbankan tumbuh dua digit.

Pertumbuhan kredit di Balikpapan mencapai 16,26 persen secara year on year (yoy) dengan realisasi penyaluran kredit Rp57,44 triliun. Posisi berikutnya ditempati Penajam Paser Utara (PPU) yang mencatat pertumbuhan kredit 11,07 persen (yoy) dengan nominal kredit mencapai Rp2 triliun.

Selain Balikpapan dan PPU, sejumlah daerah lain juga mencatat pertumbuhan positif. "Samarinda tumbuh 9,22 persen (yoy) dengan realisasi kredit Rp40,07 triliun. Paser tumbuh 2,23 persen (yoy) atau Rp5,24 triliun, sedangkan Berau tumbuh 2,19 persen (yoy) dengan penyaluran kredit Rp31,44 triliun," terang Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.

Baca Juga: Kuota BBM Subsidi PPU 2026 Naik, Tapi Jauh dari Usulan Pemkab, Solar dan Pertalite Dipangkas Besar

Di sisi lain, beberapa wilayah masih mengalami kontraksi cukup dalam. Mahakam Ulu menjadi daerah dengan penurunan terdalam yakni minus 35,03 persen (yoy) dengan nominal kredit Rp1,31 triliun. Kontraksi juga terjadi di Kutai Kartanegara minus 12,36 persen (yoy) dengan realisasi kredit Rp19,19 triliun.

Kemudian Kutai Timur minus 8,21 persen (yoy) dengan kredit Rp21,24 triliun, Bontang minus 3,94 persen (yoy) dengan kredit Rp7,62 triliun, serta Kutai Barat minus 1,77 persen (yoy) dengan penyaluran kredit Rp13,49 triliun.

"Secara keseluruhan, total penyaluran kredit di Kaltim pada triwulan IV 2025 mencapai Rp199,04 triliun atau tumbuh 3,39 persen (yoy)," ungkap Jajang.

Meski terdapat perlambatan di sejumlah daerah, kualitas kredit di seluruh kabupaten/kota di Kaltim masih terjaga baik. Seluruh daerah tercatat memiliki rasio non performing loan (NPL) di bawah ambang batas 5 persen. Mahakam Ulu bahkan mencatat rasio NPL terendah sebesar 0,03 persen. Sementara NPL tertinggi berada di Kutai Kartanegara 2,44 persen.

Baca Juga: Persiapkan Diri Lebih Baik, PB Hevindo Bakal Jajal Panggung Nasional hingga Internasional

Jajang menjelaskan penyaluran kredit di Kaltim masih terkonsentrasi di Balikpapan dan Samarinda. Kedua kota tersebut menyerap hampir separuh total kredit perbankan di Kaltim.

“Sebesar 48,99 persen dari total kredit yang disalurkan di Kaltim tercatat mengalir ke Balikpapan dan Samarinda. Besarnya pangsa penyaluran kredit di kedua kota tersebut tidak terlepas dari perannya sebagai pusat kegiatan ekonomi di Kaltim,” ujarnya.

Sementara itu, Mahakam Ulu menjadi daerah dengan pangsa kredit terkecil di Kaltim, yakni hanya 0,66 persen dari total kredit yang disalurkan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
kredit perbankan Kaltim pertumbuhan kredit Balikpapan penyaluran kredit Balikpapan ekonomi Balikpapan BI Kaltim