KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Fenomena unik terjadi di industri perhotelan Balikpapan. Ketika daerah wisata seperti Bali dan Jogjakarta menikmati lonjakan tamu saat long weekend, hotel-hotel di Kota Minyak justru mengalami penurunan okupansi ketika musim libur tiba.
“Kalau Balikpapan ini, long weekend malah sepi. Kalau ada libur tambah sepi. Ramainya justru hari-hari biasa,” kata Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Balikpapan Soegianto.
Ia berujar, kota ini memiliki karakter pasar berbeda karena bergantung pada aktivitas bisnis dan pemerintahan, bukan wisata. Menurutnya, sebagian besar tamu hotel di Balikpapan berasal dari perjalanan dinas, kegiatan korporasi, rapat pemerintahan, dan kunjungan kerja.
Saat hari libur, aktivitas tersebut otomatis berhenti sehingga tingkat hunian hotel ikut turun. Situasi ini berbeda dengan Jogjakarta yang masih bertumpu pada wisatawan domestik. “Jogja itu rame kalau long weekend, semua penuh. Tapi begitu habis long weekend turun lagi,” ujarnya.
Sementara di Bali, kata Soegianto, penurunan wisatawan asing mulai terasa akibat kondisi global, terutama konflik internasional yang memengaruhi kunjungan wisatawan Eropa dan Timur Tengah. “Yang kurang di Bali sekarang tamu dari Eropa maupun Timur Tengah karena kondisi perang,” sebutnya.
Ia menambahkan, wisatawan domestik sebenarnya masih banyak datang ke Bali, tetapi sebagian besar memilih vila atau rumah sewa dibanding hotel. “Kalau tamu lokal di Bali banyak, cuma mereka tidak tinggal di hotel,” ujarnya.
Di Balikpapan sendiri, kondisi hotel mulai menunjukkan perbaikan meski belum sepenuhnya pulih. Hotel bintang 4 dan 5 saat ini berada di angka okupansi sekitar 52 persen, sedangkan hotel bintang 3 mencapai 66,95 persen.
Baca Juga: Okupansi Belum Pulih, Dua Hotel Baru Justru Akan Muncul di Balikpapan
Menurut Soegianto, angka tersebut masih jauh dibanding kondisi normal sebelum perlambatan ekonomi. “Kalau dulu bulan Mei itu bisa sampai di atas 65 persen,” katanya.
Karena itu, PHRI berharap semakin banyak event nasional maupun internasional digelar di Balikpapan untuk mendongkrak tingkat hunian hotel. “Nanti Agustus ada Bayan Open. Mudah-mudahan bisa membantu okupansi hotel, terutama bintang 3,” ujarnya.
Ia menilai event olahraga, hiburan, dan kegiatan nasional menjadi salah satu solusi agar hotel di Balikpapan tidak hanya bergantung pada pasar perjalanan dinas. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo