KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah pertumbuhan bisnis yang terus menguat, PT Bank Syariah Indonesia (BSI) Tbk Regional Office IX Kalimantan mengiringi kesuksesannya dengan aksi sosial.
Tidak hanya fokus pada layanan keuangan syariah dan digitalisasi transaksi, BSI juga memperkuat kepedulian kepada masyarakat lewat program sedekah serentak dan santunan anak yatim di seluruh wilayah Kalimantan.
Kegiatan tersebut digelar secara serentak dengan memanfaatkan layanan QRIS sebagai sarana sedekah digital. Melalui sistem tersebut, para insan BSI dapat menyalurkan donasi secara praktis, cepat dan transparan, sekaligus menjadi bagian dari upaya memperluas ekosistem transaksi syariah berbasis digital.
Baca Juga: Long Weekend Malah Bikin Hotel di Balikpapan Sepi, PHRI Ungkap Penyebabnya
Dari kegiatan itu, BSI RO IX Kalimantan menyalurkan santunan senilai Rp 50 juta kepada anak-anak yatim di berbagai daerah di Kalimantan. Regional CEO BSI RO IX Kalimantan Sefudin Suria Hidayat mengatakan, kegiatan sosial tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas pertumbuhan perusahaan sekaligus ikhtiar menghadirkan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“BSI RO IX Kalimantan ingin memastikan bahwa pertumbuhan bisnis yang kami capai juga membawa keberkahan dan manfaat bagi masyarakat. Sedekah serentak dan santunan anak yatim ini adalah wujud syukur sekaligus ikhtiar kami untuk memperkuat nilai kemanusiaan, kepedulian, dan kebersamaan di lingkungan BSI,” terang Sefudin, akhir pekan lalu.
Menurutnya, kegiatan berbagi memiliki arti penting bagi BSI sebagai bank syariah karena bisnis tidak hanya diukur dari pencapaian finansial, tetapi juga dari sejauh mana perusahaan mampu memberikan dampak positif bagi lingkungan sekitar.
Ia menilai, keberhasilan bisnis perlu berjalan beriringan dengan nilai spiritual dan kepedulian sosial. Karena itu, budaya berbagi terus didorong, baik di lingkungan internal perusahaan maupun dalam hubungan dengan masyarakat.
Baca Juga: Okupansi Belum Pulih, Dua Hotel Baru Justru Akan Muncul di Balikpapan
“Sebagai bank syariah, kami percaya bahwa keberhasilan bisnis tidak bisa dilepaskan dari keberkahan, doa dan kepedulian kepada sesama. Karena itu, BSI akan terus mendorong budaya berbagi, baik di internal perusahaan maupun dalam hubungan kami dengan masyarakat,” katanya.
Di sisi lain, kinerja BSI secara nasional juga menunjukkan tren pertumbuhan positif sepanjang Triwulan I 2026. BSI mencatat pertumbuhan tabungan tertinggi di industri perbankan, terutama didorong meningkatnya minat masyarakat terhadap produk Tabungan Haji.
Jumlah nasabah BSI hingga tiga bulan pertama 2026 tercatat bertambah sekitar 0,5 juta menjadi 23,7 juta nasabah. Sementara itu, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 18 persen secara tahunan menjadi Rp 376,8 triliun. Segmen tabungan juga mengalami kenaikan sebesar 20,18 persen menjadi Rp 164,5 triliun. Adapun total dana murah atau CASA meningkat 21,36 persen menjadi Rp 236,2 triliun.
Pertumbuhan tersebut dinilai menjadi sinyal meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap layanan keuangan syariah. Di tingkat regional, BSI RO IX Kalimantan turut memperkuat kontribusi tersebut melalui pengembangan layanan perbankan, literasi keuangan, digitalisasi transaksi, hingga program sosial yang menyentuh langsung masyarakat.
Sefudin menegaskan, BSI akan terus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan bisnis dan tanggung jawab sosial agar keberadaan perusahaan dapat dirasakan manfaatnya secara luas.
“Pertumbuhan BSI harus dirasakan manfaatnya oleh umat dan masyarakat. Kami ingin BSI hadir bukan hanya sebagai lembaga keuangan, tetapi juga sebagai sahabat masyarakat dalam membangun ekonomi yang lebih inklusif, modern, dan penuh keberkahan,” pungkasnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo