KALTIMPOST.ID-Tiongkok masih menjadi negara tujuan utama ekspor Balikpapan pada Maret 2026. Namun nilai ekspor ke negara tersebut mengalami penurunan cukup besar. Ekspor ke Tiongkok pada Maret 2026 tercatat sebesar USD 152,13 juta, turun USD 56,49 juta atau 27,08 persen dibanding Februari 2026.
“Secara month to month, ekspor ke Uni Emirat Arab dan Pakistan mengalami penurunan terbesar, diikuti Korea Selatan,” ungkap Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan Marinda Dama.
Penurunan ekspor ke sejumlah negara mitra dagang utama dikatakan menjadi penyebab utama turunnya total ekspor Balikpapan bulan ini.
Selain Tiongkok, penurunan juga terjadi pada ekspor ke Malaysia yang turun 42,02 persen menjadi 42,24 juta dolar. Ekspor ke Singapura juga terkoreksi 38,38 persen menjadi 29,81 juta dolar.
Sementara itu, beberapa negara justru mencatat kenaikan permintaan. Ekspor ke Filipina naik 11,21 persen menjadi USD 58,05 juta. Sedangkan ekspor ke India tumbuh 15,03 persen menjadi USD 18,98 juta.
Marinda menjelaskan dinamika ekspor sangat dipengaruhi kondisi ekonomi dan kebutuhan industri masing-masing negara tujuan.
“Perubahan permintaan dari negara mitra dagang utama sangat memengaruhi kinerja ekspor Balikpapan karena sebagian besar ekspor masih bergantung pada beberapa pasar besar,” jelasnya.
Dari sisi kontribusi, Tiongkok menyumbang 39,62 persen terhadap total ekspor Balikpapan pada Maret 2026. Posisi berikutnya ditempati Filipina dengan kontribusi 15,12 persen dan Malaysia sebesar 11 persen.
Ketergantungan yang terlalu besar terhadap satu pasar dinilai membuat ekspor rentan ketika terjadi perlambatan ekonomi di negara tujuan utama.
Karena itu, diversifikasi pasar ekspor dinilai penting untuk menjaga stabilitas perdagangan daerah dalam jangka panjang.
“Selain memperluas pasar ke Asia Selatan dan Timur Tengah, pelaku usaha juga harus didorong meningkatkan kualitas dan daya saing produk agar mampu masuk ke pasar nontradisional yang potensial,” harapnya. (rd)
Editor : Romdani.