KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Platinum Hotel and Convention Hall Balikpapan tidak hanya menjual fasilitas mewah dan kapasitas besar, hotel ini juga menjadikan gastronomi Nusantara sebagai bagian penting strategi bisnis mereka. Seperti yang terlihat pada malam peresmian, Rabu (21/5) malam, di mana aneka stall dari para chef Platinum Hotel Grup berbagai daerah ditampilkan.
Pada grand opening hall terbesar tersebut, Marketing Communication Manager Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan Ziw Urim Togatorop menuturkan, pihaknya menghadirkan beragam makanan khas daerah dari jaringan Platinum Hotel Indonesia sebagai simbol keberagaman budaya kuliner Nusantara.
“Kami menghadirkan makanan tradisional dari berbagai daerah seperti bebek betutu dari Bali, gudeg dan olahan daging dari Jogja, sate kelapa dari Surabaya, hingga asinan Jakarta,” jelasnya. Tak hanya itu, menu khas Balikpapan dan Kalimantan Timur juga ikut ditonjolkan, seperti pais ikan patin dan sambal goreng mandai.
Baca Juga: Tampung Hingga 6.000 Orang, Industri Event dan Hospitality Diprediksi Tumbuh Cepat
Strategi tersebut menunjukkan perubahan tren bisnis hotel dan convention hall yang kini tidak hanya menjual ruang acara, tetapi juga pengalaman budaya dan kuliner.
Ditambahkan General Manager Platinum Hotel and Convention Hall Balikpapan Joko Budi, pihaknya ingin menjadikan gastronomi sebagai identitas utama pelayanan Platinum Hotel. “Kami menonjolkan gastronomi atau kuliner yang ada di Platinum Hotel,” katanya.
Menurut dia, kualitas makanan kini menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan keberhasilan sebuah event, terutama untuk kegiatan berskala nasional dan internasional. Karena itu, manajemen berani menjadikan kualitas kuliner sebagai salah satu daya saing utama mereka di industri hospitality.
Wali Kota Balikpapan Rahmad Mas’ud bahkan secara khusus memuji kualitas hidangan yang disajikan saat grand opening. “Saya tadi cicipin makanannya, terutama tahunya, dan saya minta tambah lagi karena memang enak,” ujar Rahmad.
Ia mengatakan kualitas layanan dan kuliner akan menjadi faktor penting dalam memperkuat citra Balikpapan sebagai kota jasa dan kota penyangga utama IKN. Ke depan, penguatan industri gastronomi diperkirakan akan menjadi peluang ekonomi baru di Balikpapan, terutama bagi pelaku UMKM kuliner lokal yang dapat masuk dalam rantai pasok industri hotel dan event besar.
Rahmad berharap investasi sektor hospitality tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memunculkan usaha-usaha baru di masyarakat. “Yang paling penting bagaimana kita bisa menciptakan tenaga kerja dan usaha-usaha baru khususnya di Balikpapan,” harapnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo