KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Selama bertahun-tahun, Singapura dan Australia menjadi tujuan utama masyarakat Kalimantan Timur untuk pendidikan internasional. Namun kini, Brunei Darussalam perlahan mulai masuk dalam peta baru pasar pendidikan luar negeri yang dilirik keluarga kelas menengah di Balikpapan.
Momentum itu muncul setelah institusi pendidikan internasional dari Brunei melakukan promosi langsung di Balikpapan. Kehadiran mereka dinilai bukan sekadar memperkenalkan sekolah, tetapi juga membuka persaingan baru dalam pasar pendidikan internasional di Kalimantan.
Membuat masyarakat kini semakin memiliki banyak pilihan untuk menyekolahkan anak ke luar negeri dengan biaya yang lebih kompetitif.
“Dengan adanya presentasi sekolah internasional dari Brunei ini, orang tua di Balikpapan jadi punya banyak pilihan. Bisa membandingkan mana yang lebih murah dan lebih cocok untuk anak mereka,” ucap Joko Purwanto, Owner Trans Borneo Tours and Travel.
Baca Juga: Pegadaian Cetak Laba Rp 4,38 Triliun, Ekspansi Bank Emas Jadi Motor Pertumbuhan Baru
Menurutnya, selama ini masyarakat cenderung hanya mengenal Singapura atau Australia sebagai destinasi pendidikan internasional. Padahal, Brunei memiliki fasilitas pendidikan bertaraf internasional dengan lokasi yang jauh lebih dekat dari Kalimantan.
“Ini membuka wawasan baru. Jadi ternyata pilihan sekolah internasional tidak hanya di Singapura atau Australia saja,” katanya.
Ia menilai faktor biaya menjadi pertimbangan utama masyarakat saat ini. Kondisi ekonomi yang membuat keluarga lebih selektif dalam pengeluaran justru mendorong pencarian alternatif pendidikan luar negeri yang lebih efisien.
“Sekarang orang tua sangat menghitung biaya. Jadi kalau ada pilihan yang kualitasnya bagus tetapi lebih terjangkau, tentu akan dipertimbangkan,” ujarnya.
Baca Juga: Pekerja Formal di Kaltim Meningkat, Buruh dan Pegawai Masih Dominasi
Joko mengatakan perubahan pola pikir masyarakat ini mulai menciptakan pasar baru bagi industri perjalanan di Balikpapan. Agen travel tidak lagi hanya menjual paket wisata, tetapi mulai bergerak ke layanan pendidikan internasional dan perjalanan edukasi.
Menurut dia, tren educational trip, student exchange hingga studi banding berpotensi menjadi bisnis baru yang berkembang dalam beberapa tahun ke depan.
“Ke depan bukan hanya liburan biasa. Sekarang orang tua juga ingin anak-anak mendapatkan pengalaman belajar di luar negeri,” katanya.
Ia menyebut peluang tersebut dapat membuka kolaborasi langsung antara sekolah di Balikpapan dan Brunei, termasuk program kunjungan pelajar maupun pertukaran budaya.
“Sekolah-sekolah di sini bisa membawa murid untuk studi banding ke Brunei. Begitu juga murid dari sana bisa datang ke Balikpapan,” ujarnya.
Sementara itu Ketua PHRI Balikpapan, Soegianto, menilai strategi promosi pendidikan yang dilakukan Brunei merupakan bentuk pemasaran negara yang efektif.
Baca Juga: Brimob Polda Kaltim Sisir Balikpapan Utara hingga Dini Hari, Antisipasi Begal dan Kriminal Jalanan
Menurutnya, Brunei berhasil memanfaatkan sektor pendidikan untuk memperkenalkan negaranya secara lebih luas kepada masyarakat Indonesia. “Mereka tidak hanya promosi sekolah, tapi juga memperkenalkan Brunei secara keseluruhan. Itu strategi yang sangat bagus,” ucap Soegianto.
Ia mengatakan pendekatan seperti itu dapat menjadi contoh bagi Balikpapan dalam mempromosikan potensi daerah ke luar negeri. “Ini menarik karena pendidikan dijadikan pintu masuk untuk memperkenalkan wisata, penerbangan sampai peluang ekonomi,” ujarnya.
Di tengah meningkatnya kebutuhan pendidikan internasional, Balikpapan kini tidak lagi hanya menjadi pasar wisata luar negeri, tetapi mulai berkembang menjadi bagian dari rantai ekonomi regional ASEAN. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo