Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Wisatawan Balikpapan ke Brunei Cari Ketenangan, Brunei ke Balikpapan untuk IKN

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 24 Mei 2026 | 20:59 WIB
DIMINATI: Royal Brunei Airlines mengoperasikan dua penerbangan per minggu dari Balikpapan dengan tingkat okupansi mencapai lebih dari 80 persen.
DIMINATI: Royal Brunei Airlines mengoperasikan dua penerbangan per minggu dari Balikpapan dengan tingkat okupansi mencapai lebih dari 80 persen.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN — Kehadiran Ibu Kota Nusantara (IKN) mulai memberikan dampak nyata terhadap arus wisatawan asing ke Kalimantan Timur. Salah satu yang mulai terlihat adalah meningkatnya kunjungan wisatawan asal Brunei Darussalam ke Balikpapan dan kawasan penyangga IKN.

Sales & Marketing Manager Royal Brunei Airlines Gloria Lekransy mengungkapkan rasa penasaran masyarakat Brunei terhadap proyek ibu kota baru Indonesia menjadi salah satu pemicu meningkatnya mobilitas perjalanan menuju Balikpapan.

“IKN sendiri menjadi potensial untuk wisata inbound. Jadi orang-orang dari Brunei sampai sekarang banyak yang berkunjung ke Balikpapan. Routenya biasanya stay di Balikpapan, terus besoknya ke Samarinda, lalu ke IKN,” katanya.

Baca Juga: Tak Cuma Singapura dan Australia, Kini Orang Tua Kaltim Mulai Lirik Brunei untuk Sekolah Anak

Fenomena tersebut memperlihatkan bahwa IKN bukan hanya proyek pembangunan pemerintahan, tetapi mulai berkembang menjadi magnet wisata baru di Kalimantan Timur.

Menurut Gloria, wisatawan Brunei umumnya tertarik melihat langsung perkembangan pembangunan IKN sekaligus menikmati wisata belanja dan suasana kota Balikpapan.

Selain faktor IKN, ada pula daya tarik budaya yang membuat masyarakat Brunei penasaran dengan Indonesia. Sedangkan, Gloria menyebut banyak wisatawan asal Balikpapan memilih berlibur singkat ke Brunei karena ingin merasakan suasana negara yang tenang.

“Mereka mencari peaceful country-nya. Di Brunei itu toleransinya tinggi dan itu yang dicari banyak orang Indonesia,” ujarnya.

Baca Juga: Pegadaian Cetak Laba Rp 4,38 Triliun, Ekspansi Bank Emas Jadi Motor Pertumbuhan Baru

RBA melihat peluang besar dari konektivitas antarwilayah di Pulau Borneo yang selama ini belum tergarap maksimal. Dengan adanya penerbangan langsung Balikpapan–Brunei, mobilitas wisatawan regional dinilai menjadi jauh lebih efisien.

Saat ini, Royal Brunei Airlines mengoperasikan dua penerbangan per minggu dari Balikpapan dengan tingkat okupansi mencapai lebih dari 80 persen. Angka tersebut dinilai cukup tinggi untuk rute internasional yang baru kembali dibuka pascapandemi. “Setiap hari Rabu sama Sabtu load factor-nya selalu lebih dari 80 persen,” kata Gloria.

Di tengah meningkatnya minat perjalanan lintas negara, RBA juga membuka peluang ekspansi rute baru di Indonesia. Setelah Balikpapan, Jakarta, dan Surabaya, maskapai tersebut mulai mempertimbangkan membuka rute ke Lombok dan Labuan Bajo. “Kedepannya rencananya kita mau buka Lombok atau Labuan Bajo,” ungkapnya.

Langkah itu memperlihatkan bahwa maskapai asing mulai melihat Indonesia bukan hanya sebagai pasar domestik besar, tetapi juga pusat pertumbuhan wisata premium dan konektivitas internasional baru di kawasan Asia Tenggara. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#penerbangan Balikpapan Brunei #wisatawan Brunei ke Balikpapan #wisatawan Kaltim ke Brunei #wisata ikn #Royal Brunei Airlines