KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Penduduk bekerja di Kalimantan Timur pada Februari 2026 masih didominasi lulusan sekolah menengah atas (SMA). Namun, tenaga kerja lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) dan diploma ke atas mulai menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pekerja lulusan SMA umum mendominasi pasar tenaga kerja Kaltim dengan porsi 27,58 persen. Posisi berikutnya ditempati lulusan SD ke bawah 20,52 persen, disusul lulusan SMK 18,51 persen, diploma ke atas 18,12 persen, dan SMP 15,28 persen.
Tingkat pendidikan dapat menjadi indikator kualitas dan produktivitas tenaga kerja. Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, dibanding Februari 2025, tenaga kerja lulusan SMK mengalami peningkatan 1,56 persen poin. Pada Februari 2025, proporsinya tercatat 16,94 persen dan naik menjadi 18,51 persen pada Februari 2026.
Baca Juga: Lolos Seleksi Ketat, Sapi Kurban Presiden Prabowo di Balikpapan Dijaga Intensif
"Peningkatan juga terjadi pada kelompok diploma ke atas. Proporsinya naik dari 17,51 persen menjadi 18,12 persen," bebernya. Sebaliknya, pekerja lulusan SMA mengalami penurunan 0,82 persen poin dibanding Februari 2025. Saat itu, lulusan SMA tercatat 28,39 persen.
Sementara pekerja lulusan SD ke bawah terus menunjukkan tren penurunan dalam tiga tahun terakhir. Dari 26,89 persen pada Februari 2024, turun menjadi 23,09 persen pada Februari 2025 dan kembali turun menjadi 20,52 persen pada Februari 2026. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo