KALTIMPOST.ID, JAKARTA – PT Palma Serasih Tbk (PSGO) membagikan dividen tunai sebesar Rp113,1 miliar kepada para pemegang sahamnya. Keputusan itu disepakati dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar di Gedung Graha Arda, Jakarta Selatan, Jumat (22/5).
Pembagian dividen tersebut setara Rp6 per lembar saham dan berasal dari laba bersih Perseroan tahun buku 2025. Keputusan itu diambil di tengah kinerja perusahaan yang mencatat pertumbuhan laba bersih sebesar 26,3 persen secara tahunan atau year on year (YoY).
Sepanjang 2025, PT Palma Serasih Tbk membukukan laba bersih Rp442,8 miliar. Angka itu meningkat dibanding tahun sebelumnya yang sebesar Rp350,6 miliar.
Direktur dan Corporate Secretary PT Palma Serasih Tbk, Astrida Niovita Bachtiar mengatakan, pembagian dividen menjadi cerminan konsistensi perusahaan dalam menjaga keseimbangan antara pertumbuhan usaha dan penciptaan nilai jangka panjang.
Baca Juga: KPPU Sidangkan Dugaan Keterlambatan Notifikasi Akuisisi Perusahaan Logistik
“Palma Serasih berkomitmen menjalankan bisnis kelapa sawit secara bertanggung jawab, berkelanjutan, dan memberikan nilai tambah jangka panjang bagi pemegang saham serta masyarakat,” ujar Astrida dalam Public Expose usai RUPST.
Dari sisi operasional, Perseroan mencatat produksi tandan buah segar (TBS) inti dan plasma mencapai 480,8 ribu ton selama tahun buku 2025. Sementara produksi crude palm oil (CPO) tercatat sebesar 140,2 ribu ton dan palm kernel (PK) mencapai 21,6 ribu ton.
Produktivitas TBS inti juga tercatat sebesar 18 ton per hektare. Perseroan optimistis angka itu masih berpotensi meningkat seiring bertambahnya umur tanaman menuju usia produktif optimal.
Tak hanya mencatat pertumbuhan laba, PSGO juga membukukan kenaikan margin laba bersih dari 16,5 persen menjadi 17,4 persen. Peningkatan itu didorong tren kenaikan harga CPO dan PK, strategi penjualan CPO, serta penurunan biaya keuangan sepanjang 2025.
Baca Juga: 31 Tahun Telkomsel, Perkuat Ekosistem Digital dan Kontribusi Ekonomi Nasional
Dalam paparan publiknya, Perseroan menegaskan fokus strategi bisnis ke depan akan diarahkan pada penguatan produktivitas kebun dan pabrik, peningkatan efisiensi operasional, penguatan tata kelola perusahaan, hingga implementasi prinsip keberlanjutan.
Perusahaan juga menegaskan komitmennya terhadap praktik bisnis berkelanjutan melalui penerapan kebijakan No Deforestation, No Peat, No Exploitation (NDPE), pengelolaan kawasan konservasi bernilai tinggi, serta kolaborasi perlindungan biodiversitas di wilayah operasional Kalimantan Timur.
Selain itu, PSGO menyebut pertumbuhan bisnis perusahaan diharapkan memberikan efek berganda terhadap masyarakat sekitar, mulai dari penciptaan lapangan kerja, pengembangan usaha lokal, hingga peningkatan akses pendidikan, kesehatan, dan infrastruktur dasar di wilayah operasional perusahaan. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo