Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

IKN Jadi Pasar Baru UMKM Kaltim, BI Balikpapan Mendorong Pelaku Usaha Gunakan QRIS dan Live Selling untuk Meningkatkan Penjualan

Ulil Mu'Awanah • Kamis, 28 Mei 2026 | 17:56 WIB
Metode pembayaran QRIS.
Metode pembayaran QRIS.

KALTIMPOST.ID-Pola perdagangan UMKM di Kaltim mulai berubah drastis. Jika sebelumnya penjualan bergantung pada toko fisik dan pameran, kini transaksi digital, live selling, dan pembayaran QRIS menjadi mesin pertumbuhan baru usaha kecil daerah.

Perubahan itu menjadi fokus utama dalam Program Onboarding DIGDAYA UMKM 2026 yang digelar Bank Indonesia Balikpapan. Program tersebut dirancang untuk mendorong pelaku UMKM masuk lebih dalam ke ekosistem ekonomi digital kata Kepala Perwakilan BI Balikpapan Robi Ariadi.

Dirinya mengatakan, transformasi digital tidak bisa lagi dipandang sebagai tren tambahan, melainkan kebutuhan utama agar UMKM tetap relevan di tengah perubahan perilaku konsumen.

“Program DIGDAYA UMKM 2026 dirancang tidak hanya sebagai pelatihan semata, melainkan juga sebagai rangkaian program pembinaan UMKM yang dilaksanakan secara berkelanjutan dan terstruktur,” jelasnya.

Salah satu fokus utama program tersebut adalah memperluas penggunaan pembayaran digital, khususnya QRIS. BI menilai digitalisasi transaksi mampu membantu UMKM mempercepat arus pembayaran, memperluas pasar, sekaligus meningkatkan pencatatan keuangan usaha.

Baca Juga: MAP Group Bawa Puluhan Brand Nasional dan Internasional ke Central Park Borneo Bay Balikpapan

Tidak hanya itu, peserta juga dibekali strategi live selling yang kini menjadi salah satu kanal penjualan paling agresif di marketplace dan media sosial.

Fenomena itu muncul karena konsumen Indonesia mulai lebih tertarik pada interaksi langsung, demonstrasi produk real time, dan promosi berbasis hiburan.

Banyak pelaku UMKM sebelumnya belum memahami bagaimana algoritma media sosial bekerja dalam mendorong penjualan. Akibatnya, produk lokal sering kalah bersaing dengan brand besar yang memiliki kemampuan promosi digital lebih kuat.

Melalui DIGDAYA, peserta dilatih membuat konten yang lebih terarah, membangun identitas merek, serta memanfaatkan fitur promosi digital secara optimal.

Strategi tersebut dipandang penting agar UMKM tidak hanya menjadi pengguna marketplace, tetapi juga mampu menguasai pola distribusi digital modern.

Sebanyak 44 UMKM yang lolos program berasal dari sektor makanan olahan, fashion, hingga kerajinan. Mereka menjalani workshop intensif selama tiga hari sebelum memasuki tahapan coaching dan monitoring berkala hingga Oktober 2026.

Baca Juga: Balikpapan Jadi Tuan Rumah IEE Series 2026, Bakal Hadirkan Pameran Internasional Tambang, Migas, dan Konstruksi di BSCC Dome

Robi menegaskan, keberhasilan UMKM digital bukan hanya diukur dari peningkatan transaksi, tetapi juga kemampuan membangun tata kelola usaha yang lebih modern.

“Program ini diharapkan mampu menciptakan UMKM mitra yang lebih adaptif terhadap perkembangan teknologi, memiliki tata kelola usaha yang lebih baik, serta mampu menjadi role model pengembangan UMKM digital di wilayah masing-masing,” katanya.

Transformasi itu juga dinilai menjadi bagian penting dari persiapan ekonomi penyangga IKN. Ketika kawasan Nusantara berkembang, kebutuhan produk lokal berbasis digital diperkirakan ikut meningkat, mulai dari kuliner, fashion, hingga suvenir khas daerah. (rd)

Editor : Romdani.
#bank indonesia #ibu kota nusantara #Wali Kota Balikpapan Rahmad Masud #Kutai Barat #qris alat pembayaran