KALTIMPOST.ID, PENAJAM - Jalan hidup Rizal Ramadhan bisa dibilang penuh warna. Sebelum dikenal sebagai pengelola Taman Kelinci Oppung di Babulu, Penajam Paser Utara (PPU), pria yang juga pernah menjabat Ketua Ekonomi Kreatif (Ekraf) PPU periode 2022-2025 itu telah mencoba berbagai jenis usaha.
Perjalanan bisnis Rizal dimulai pada 2009 saat merantau ke Samarinda. Kala itu dia menekuni usaha desain dan konveksi yang melayani pembuatan jaket, kaos, hingga kemeja untuk kampus maupun organisasi.
“Awalnya saya di dunia desain jaket, konveksi, kaos, kemeja. Itu mulai tahun 2009 di Samarinda,” ujarnya pria yang pernah dapat penghargaan Gender Champion Provinsi Kaltim 2025 Bidang Ekonomi dan Kepariwisataan.
Usaha tersebut bertahan hingga 2013. Namun jiwa wirausahanya mendorong mencari peluang baru. Saat kembali ke PPU pada 2015, ia membuka usaha sablon dan pembuatan kaos.
Baca Juga: Carrot Cake hingga Choco Tart Jadi Favorit, Setiap Gigitan Punya Cerita Rasa
Di sela menjalankan usaha itu, Rizal juga mulai aktif mengelola berbagai kegiatan. Mulai dari turnamen basket, seminar, hingga festival yang kemudian membawanya masuk ke dunia event organizer (EO). “Sekitar 2016 mulai banyak mengerjakan event-event. Dari lomba, turnamen basket sampai festival,” katanya.
Selain itu, Rizal sempat dipercaya menjadi Ketua Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) pada 2017 yang mengelola usaha pertanian di desanya. Setahun kemudian, ia menghentikan usaha sablon dan fokus mengembangkan kegiatan EO.
Tak berhenti di situ, Rizal kembali mencoba peruntungan dengan membuka warung makan pada 2019. Konsep yang diusung cukup berbeda pada masanya, yakni menghadirkan tempat makan yang ramah untuk berfoto dan dibagikan ke media sosial. “Waktu itu kami melihat orang buka puasa bukan hanya cari makanan, tapi juga tempat yang nyaman dan menarik untuk foto,” kenangnya.
Sayangnya, usaha tersebut belum sempat berkembang jauh. Baru tiga bulan berjalan, pandemi Covid-19 melanda Indonesia pada awal 2020. “Baru buka sekitar tiga bulan langsung kena Corona. Akhirnya tutup sampai dua sampai tiga tahun,” ujarnya.
Baca Juga: Dessert 28 Finest Balikpapan Bikin Sulit Move On
Namun pandemi justru membuka peluang usaha lain. Saat masyarakat mulai membatasi aktivitas di luar rumah, Rizal melihat kebutuhan bahan makanan segar yang bisa diantar langsung ke pelanggan. Ia kemudian membangun usaha frozen food yang menjual produk seafood beku seperti udang dan hasil laut lainnya. “Karena orang-orang susah ke pasar waktu itu, kami antar door to door,” katanya.
Pada masa yang sama, Rizal mengambil sertifikasi pendamping UMKM. Bekal tersebut membuka jalan baru dalam kariernya sebagai pembina pelaku usaha mikro. Ia mulai memberikan pelatihan di desa-desa, mendampingi kelompok usaha, hingga membantu UMKM memahami pasar dan strategi pengembangan produk.
“Yang paling penting bagaimana produk bisa diterima masyarakat, tahu pasarnya ke mana, dan usahanya bisa stabil,” jelasnya. Pengalaman panjang mendampingi pelaku usaha membuat Rizal dipercaya menjadi Ketua Ekonomi Kreatif (Ekraf) PPU. Dirinya didukung banyak pelaku usaha, perhotelan, dan komunitas kreatif menjadi modal penting saat itu.
Kini, perhatian Rizal tertuju pada Taman Kelinci Oppung yang menjadi salah satu destinasi wisata keluarga di Babulu yang di bukanya awal Mei ini. Ide membangun tempat wisata tersebut muncul dari keinginannya memiliki usaha yang berkelanjutan. Selama bertahun-tahun menggelar festival, ia melihat aktivitas ekonomi sering kali berhenti setelah acara selesai.
“Saya punya cita-cita membuat tempat wisata sendiri. Jadi ketika ada festival, dampaknya bisa berlanjut dan ada aktivitas ekonomi setiap hari,” ujarnya.
Baca Juga: Kuliner Legendaris Malang yang Tetap Diburu, Ada Bakso hingga Rawon lengkap Lokasinya
Taman Kelinci Oppung mengusung konsep wisata edukasi sederhana yang memungkinkan anak-anak berinteraksi dengan hewan. Saat ini pengunjung dapat melihat berbagai jenis kelinci, sementara sejumlah wahana permainan anak juga tersedia. Seperti pemancingan, mewarnai dan cetak pasir.
Ke depan, Rizal berencana menambah koleksi hewan seperti ayam dan burung serta mengembangkan kebun stroberi yang saat ini masih dalam tahap penyesuaian varietas tanaman. Antusiasme masyarakat terhadap wisata tersebut cukup tinggi. Pada hari biasa jumlah pengunjung berkisar 70 hingga 100 orang per hari, sementara akhir pekan bisa mendekati 200 pengunjung.
Dengan tiket masuk Rp10 ribu, pengunjung dapat menikmati suasana taman yang dilengkapi area bermain, tempat parkir, dan fasilitas umum lainnya. Beberapa aktivitas seperti mewarnai pasir dan permainan tertentu tersedia dengan biaya tambahan.
Baca Juga: Sertifikat Rumah Masih Ditahan Bank? Ternyata Bisa Dipakai Cari Modal Lagi, Begini Triknya!
Saat ini operasional taman didukung lima orang pekerja yang dibagi dalam dua shift. Tempat wisata tersebut buka setiap hari mulai pukul 08.00 hingga 22.00 Wita.
Taman kelinci ini ia bangun di lahan dekat kediamannya, bermodal Rp100 juta. Rizal memiliki rencana besar untuk mengembangkan kawasan tersebut. Salah satunya melalui penyelenggaraan festival tematik seperti Festival Kelinci yang diharapkan mampu menarik lebih banyak wisatawan. “Harapannya wisata ini terus berkembang dan bisa mendukung pelaku UMKM di sekitar sini,” tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo