Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Saat IHSG Bergejolak, Emas dan Sukuk Negara Jadi Buruan Investor

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:16 WIB
RISIKO RENDAH: Emas menjadi salah satu instrumen yang bisa jadi pilihan karena mampu memberikan perlindungan terhadap gejolak pasar.
RISIKO RENDAH: Emas menjadi salah satu instrumen yang bisa jadi pilihan karena mampu memberikan perlindungan terhadap gejolak pasar.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Ketidakpastian yang masih membayangi pasar saham mendorong banyak investor mulai mencari instrumen investasi alternatif yang menawarkan risiko lebih rendah. Emas, Surat Berharga Negara (SBN), dan sukuk menjadi beberapa pilihan yang dinilai mampu memberikan perlindungan terhadap gejolak pasar.

"Kalau memang khawatir terhadap kondisi pasar saham, bisa dipertimbangkan untuk diversifikasi ke SBN, sukuk negara, atau instrumen yang memberikan imbal hasil tetap sekitar 6 sampai 7 persen," ucap Dosen dan Peneliti STIE Balikpapan Bambang Saputra.

Dirinya berujar, diversifikasi investasi menjadi langkah penting bagi masyarakat yang khawatir terhadap kondisi IHSG maupun pelemahan rupiah. Menurutnya, investor tidak harus menempatkan seluruh dana pada instrumen saham. Sebagian portofolio dapat dialihkan ke instrumen pendapatan tetap yang menawarkan imbal hasil lebih stabil.

Baca Juga: IHSG Bergejolak dan Rupiah Tertekan, Investor Disarankan Berburu Saham Dividen

Instrumen tersebut dinilai memiliki risiko lebih rendah dibandingkan saham, terutama bagi investor yang mengutamakan keamanan modal. Selain itu, emas juga masih menjadi pilihan menarik. Meski dalam beberapa bulan terakhir harga emas cenderung stabil bahkan mengalami koreksi, logam mulia tetap dianggap sebagai aset lindung nilai yang relatif aman.

Bambang menjelaskan bahwa emas memiliki keunggulan dari sisi likuiditas. Investor dapat dengan mudah mencairkan aset tersebut ketika membutuhkan dana dalam waktu cepat. "Untuk anak muda khususnya, emas masih menjadi pilihan yang cukup baik karena lebih likuid. Ketika ada kebutuhan mendadak, lebih mudah dicairkan," katanya.

Fenomena perpindahan dana ke instrumen yang lebih aman juga menjadi gambaran perubahan perilaku investor saat ketidakpastian meningkat. Tidak sedikit investor yang memilih mengurangi eksposur pada saham berisiko tinggi dan mengalihkan sebagian asetnya ke instrumen yang lebih defensif.

Meski demikian, Bambang mengingatkan bahwa keputusan investasi tetap harus disesuaikan dengan tujuan keuangan dan jangka waktu investasi masing-masing individu.

Baca Juga: Dessert 28 Finest Balikpapan Bikin Sulit Move On

"Bagi investor jangka pendek, instrumen pendapatan tetap dapat menjadi pilihan utama. Sementara investor jangka panjang masih memiliki peluang memanfaatkan momentum koreksi pasar untuk mengakumulasi aset berkualitas," bebernya.

Jumat (29/5), harga emas Antam tercatat naik sebesar Rp 20.000 menjadi Rp 2.774.000 per gram. Harga tersebut tercatat lebih tinggi dibandingkan sebelumnya yang berada di level Rp 2.754.000 per gram, pada perdagangan Kamis (28/5). Mengutip laman resmi Logam Mulia, harga emas Antam paling murah ukuran 0,5 gram kini dibanderol Rp 1.437.000. Harga emas ukuran 5 gram tercatat Rp 13.685.000.

Begitu juga harga emas Antam untuk harga untuk emas ukuran 10 gram tercatat sebesar Rp 27.290.000. Lalu, emas ukuran 25 gram dijual dengan harga Rp 68.060.000. Selanjutnya, emas Antam berukuran 50 gram ditawarkan seharga Rp 135.955.000. Kemudian, emas Antam dengan berat 100 gram dibanderol Rp 271.760.000. Sedangkan emas terbesar berukuran 1.000 gram dibanderol Rp2.714.600.000.

Harga yang naik juga berlaku untuk penjualan kembali atau buyback sebesar Rp 22.000 menjadi Rp 2.579.000 per gram. Angka tersebut lebih rendah dibandingkan dengan buyback sebelumnya yang dikenakan Rp 2.557.000 per gram.

Jika masyarakat ingin menjual emas koleksinya akan dikenakan harga senilai Rp 2.579.000 per gram. Bagi pemilik emas batangan yang telah dibeli sejak November 2022 atau sekitar tiga tahun ke belakang, maka harga jual yang diperoleh sangat menguntungkan alias cuan.

Pasalnya, harga emas pada 26 November 2022 berada di level Rp 936.000 per gram. Jika saja memiliki 5 gram dengan harga beli mencapai Rp 4.680.000, apabila dijual saat ini maka akan laku sebesar Rp 12.895.000 (belum termasuk pajak). (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Surat Berharga Negara #diversifikasi investasi #investasi saat IHSG turun #investasi risiko rendah #investasi emas