Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Defisit Neraca Perdagangan Balikpapan Membengkak, Impor Migas Menekan Kinerja Maret 2026

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 30 Mei 2026 | 19:55 WIB
TEKANAN: Neraca perdagangan Balikpapan kembali berada di zona merah pada Maret 2026.
TEKANAN: Neraca perdagangan Balikpapan kembali berada di zona merah pada Maret 2026.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Neraca perdagangan Kota Minyak kembali berada di zona merah pada Maret 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan mencatat defisit neraca perdagangan mencapai 197,85 juta dolar setelah nilai impor melampaui capaian ekspor selama periode tersebut.

Kondisi ini menandai berlanjutnya ketergantungan perdagangan Balikpapan terhadap sektor migas yang masih mendominasi aktivitas ekspor dan impor. Di tengah surplus sektor nonmigas yang cukup besar, lonjakan impor migas membuat keseimbangan perdagangan daerah kembali tertekan.

Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mengatakan defisit perdagangan pada Maret 2026 terutama dipengaruhi tingginya impor migas yang mencapai 522,30 juta dolar.

“Neraca perdagangan Balikpapan pada Maret 2026 mengalami defisit sebesar 197,85 juta dolar. Neraca perdagangan sektor nonmigas tercatat surplus sebesar 278,52 juta dolar, sedangkan sektor migas mengalami defisit sebesar 476,37 juta dolar,” kata Marinda.

Baca Juga: Kapal Asing Meningkat, Perdagangan Internasional Balikpapan Tunjukkan Sinyal Pemulihan

Data BPS menunjukkan nilai ekspor Balikpapan pada Maret 2026 sebesar 383,99 juta dolar. Angka tersebut turun 28,40 persen dibanding Februari 2026 yang mencapai 536,31 juta dolar.

Sebaliknya, impor melonjak hingga 581,84 juta dolar atau naik 78,47 persen dibanding bulan sebelumnya yang tercatat sebesar 326,02 juta dolar.

Secara sektoral, ekspor nonmigas masih menjadi tulang punggung perdagangan luar negeri Balikpapan dengan nilai 338,06 juta dolar atau berkontribusi 85,25 persen terhadap total ekspor. Namun nilai tersebut tetap mengalami penurunan sebesar 24,67 persen dibanding Februari.

Sementara ekspor migas tercatat hanya 45,93 juta dolar atau turun 47,54 persen dibanding bulan sebelumnya.

Baca Juga: Aktivitas Logistik Domestik Melemah, Bongkar Muat Barang di Pelabuhan Turun

Menurut Marinda, struktur perdagangan tersebut memperlihatkan bahwa sektor nonmigas sebenarnya masih memiliki daya saing yang cukup baik. Namun besarnya kebutuhan impor energi membuat surplus nonmigas belum mampu mengimbangi defisit sektor migas.

“Pergerakan impor migas memberikan pengaruh yang sangat besar terhadap pembentukan neraca perdagangan Kota Balikpapan,” ujarnya.

Pada triwulan pertama 2026, Balikpapan sempat menikmati surplus perdagangan sebesar 210,29 juta dolar AS pada Februari. Namun lonjakan impor pada Maret membuat posisi perdagangan kembali berbalik menjadi defisit.

"Dinamika perdagangan daerah masih sangat dipengaruhi kebutuhan sektor energi nasional dan aktivitas industri migas yang beroperasi di Balikpapan," ucapnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Ekspor Balikpapan 2026 #neraca perdagangan Balikpapan #defisit perdagangan Balikpapan #impor migas Balikpapan #perdagangan luar negeri Balikpapan