Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Impor Minyak Mentah Melonjak 182,99 Persen, Balikpapan Catat Kenaikan Impor Tertinggi Tahun Ini

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 30 Mei 2026 | 20:00 WIB
NAIK: Lonjakan impor minyak mentah menjadi sorotan utama dalam perkembangan perdagangan luar negeri Balikpapan.
NAIK: Lonjakan impor minyak mentah menjadi sorotan utama dalam perkembangan perdagangan luar negeri Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Lonjakan impor minyak mentah menjadi sorotan utama dalam perkembangan perdagangan luar negeri Balikpapan selama Maret 2026. Tercatat total impor mencapai 581,84 juta dolar atau meningkat 78,47 persen dibanding Februari 2026.

Kenaikan tersebut menjadi salah satu pertumbuhan impor bulanan tertinggi dalam dua tahun terakhir dan sebagian besar dipicu peningkatan pembelian minyak mentah dari sejumlah negara pemasok utama.

“Peningkatan impor migas kategori minyak mentah memberikan andil terbesar pada meningkatnya impor secara total,” ungkap Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.

Impor migas kata Marinda menjadi kontributor dominan dalam pembentukan nilai impor Maret 2026. BPS mencatat nilai impor minyak mentah mencapai 459,08 juta dolar pada Maret 2026. Angka tersebut melonjak 182,99 persen dibanding Februari yang sebesar 162,23 juta dolar.

Baca Juga: Defisit Neraca Perdagangan Balikpapan Membengkak, Impor Migas Menekan Kinerja Maret 2026

Komoditas minyak mentah bahkan menyumbang sekitar 75,60 persen terhadap total impor Balikpapan selama Maret. Sementara impor hasil minyak tercatat sebesar 63,22 juta dolar. Meski mengalami penurunan 13,64 persen dibanding bulan sebelumnya, kontribusinya tetap cukup besar terhadap aktivitas impor migas.

Secara keseluruhan, impor migas mencapai 522,30 juta dolar atau naik 99,97 persen dibanding Februari 2026. Di sisi lain, impor nonmigas justru mengalami penurunan. Nilainya turun dari 64,83 juta dolar menjadi 59,54 juta dolar atau berkurang 8,16 persen.

Secara tahunan, total impor Balikpapan naik 62,23 persen dibanding Maret 2025 yang tercatat sebesar 358,65 juta dolar. Marinda menjelaskan tingginya aktivitas impor menunjukkan meningkatnya kebutuhan bahan baku dan energi yang masuk melalui pelabuhan Balikpapan.

“Kenaikan impor secara tahunan terutama dipengaruhi oleh pertumbuhan impor migas yang naik 77,51 persen dibanding Maret tahun lalu,” katanya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#impor migas Balikpapan #perdagangan luar negeri Balikpapan #impor minyak mentah Balikpapan #ekonomi Balikpapan #BPS Balikpapan