KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Masyarakat Kalimantan Timur masih menunjukkan kemampuan konsumsi dan akses pembiayaan yang cukup baik sepanjang 2025. Hal itu tercermin dari kredit rumah tangga yang tetap tumbuh positif meski lajunya tidak secepat periode sebelumnya.
Kredit rumah tangga pada triwulan IV 2025 tumbuh 5,90 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski demikian, pertumbuhan tersebut mengalami perlambatan dibandingkan triwulan sebelumnya. Kondisi itu terutama dipengaruhi oleh melemahnya penyaluran kredit kendaraan bermotor dan kredit properti.
“Perlambatan terutama berasal dari penurunan kinerja kredit kendaraan bermotor dan properti. Namun di tengah kondisi tersebut, kredit multiguna justru masih menunjukkan peningkatan,” papar Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.
Baca Juga: KPC Benarkan Memo Kecelakaan Kerja Fatal yang Viral, Investigasi Masih Berjalan
Menurut Jajang, perkembangan kredit multiguna mengindikasikan kebutuhan pembiayaan masyarakat untuk berbagai keperluan masih cukup tinggi. Kondisi ini turut membantu menjaga pertumbuhan kredit rumah tangga tetap berada di zona positif.
Dari sisi kualitas kredit, risiko pembiayaan rumah tangga juga masih relatif terkendali. Pada triwulan IV 2025, rasio kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) rumah tangga tercatat 2,77 persen.
Jika dilihat berdasarkan jenis penggunaannya, kredit multiguna menjadi segmen dengan kualitas pembiayaan terbaik. Rasio NPL kredit multiguna tercatat hanya 1,31 persen, menjadi yang terendah dibandingkan jenis kredit rumah tangga lainnya.
Baca Juga: Polda Kaltim Bongkar Home Industry Sabu di Balikpapan, Jaringan Masih Diburu
Selain itu, kualitas kredit properti juga menunjukkan perbaikan. Rasio NPL pada segmen tersebut menurun dari 3,16 persen pada periode sebelumnya menjadi 2,91 persen pada triwulan IV 2025.
“Perbaikan kualitas kredit pada beberapa segmen menunjukkan kemampuan rumah tangga dalam memenuhi kewajiban pembiayaan masih cukup baik,” kata Jajang.
Bank Indonesia menilai pertumbuhan kredit yang tetap positif disertai risiko kredit yang terkendali menjadi sinyal bahwa kondisi keuangan rumah tangga di Kaltim masih terjaga hingga akhir 2025, meskipun terdapat perlambatan pada beberapa jenis pembiayaan konsumsi. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo