Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ekspor Balikpapan Anjlok 28,40 Persen, Permintaan dari Tiongkok Melemah

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 31 Mei 2026 | 19:45 WIB
BERPENGARUH: Dominasi Tiongkok sebagai pasar utama membuat setiap perubahan permintaan dari negara tersebut memiliki dampak besar terhadap total ekspor Balikpapan.
BERPENGARUH: Dominasi Tiongkok sebagai pasar utama membuat setiap perubahan permintaan dari negara tersebut memiliki dampak besar terhadap total ekspor Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pelemahan permintaan dari negara tujuan utama menjadi penyebab utama menurunnya kinerja ekspor Balikpapan, dimana nilai ekspor hanya mencapai 383,99 juta dolar pada Maret atau turun 28,40 persen dibanding Februari 2026.

Penurunan tersebut kata Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama terjadi hampir di seluruh kelompok komoditas utama, baik migas maupun nonmigas. Kontraksi ekspor terjadi akibat berkurangnya pengiriman ke sejumlah negara tujuan utama.

“Penurunan ekspor dipengaruhi oleh turunnya ekspor ke beberapa negara tujuan utama pada Maret 2026,” tuturnya. Tiongkok masih menjadi tujuan ekspor terbesar dengan nilai 152,13 juta dolar. Namun dibanding Februari, ekspor ke negara tersebut turun 56,49 juta dolar atau 27,08 persen.

Malaysia berada di posisi kedua dengan nilai ekspor 42,24 juta dolar, turun 30,61 juta dolar dibanding bulan sebelumnya. Singapura juga mengalami penurunan cukup besar sebesar 18,57 juta dolar menjadi 29,81 juta dolar.

Baca Juga: Sektor Energi Disebut Paling Tangguh Hadapi Pelemahan Rupiah

Korea Selatan menjadi negara dengan kontraksi terdalam secara persentase setelah ekspor turun 90,77 persen dari 11,92 juta dolar menjadi hanya 1,10 juta dolar.

Sementara itu, ekspor ke Uni Emirat Arab dan Pakistan bahkan tidak tercatat lagi pada Maret setelah pada Februari masing-masing masih membukukan transaksi senilai 21,52 juta dolar dan 2,03 juta dolar.

Di tengah pelemahan tersebut, terdapat pasar yang masih menunjukkan pertumbuhan positif. Filipina mencatat kenaikan impor dari Balikpapan sebesar 5,85 juta dolar menjadi 58,05 juta dolar. India juga mengalami peningkatan sebesar 2,48 juta dolar menjadi 18,98 juta dolar.

Marinda mengatakan peluang ekspor ke negara-negara berkembang masih terbuka lebar dan dapat menjadi alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasar tradisional.

Baca Juga: Magang ke Taiwan Jadi Investasi SDM, 45 Mahasiswa Poltekba Jalani MCU Sebelum Berangkat

“Kenaikan ekspor ke Filipina dan India menunjukkan masih terdapat permintaan yang cukup baik dari beberapa negara tujuan,” ujarnya.

Meski demikian, dominasi Tiongkok sebagai pasar utama membuat setiap perubahan permintaan dari negara tersebut memiliki dampak besar terhadap total ekspor Balikpapan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#ekspor tiongkok #perdagangan internasional #Ekspor Kaltim #Ekspor Balikpapan #ekonomi Balikpapan