KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Sektor properti komersial di Kota Balikpapan mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan di tengah tekanan yang masih terjadi pada pasar perumahan. Pergerakan ini terutama terlihat dari segmen perhotelan yang mulai kembali bergairah pada awal 2026.
Berdasarkan Survei Perkembangan Properti Komersial Bank Indonesia Balikpapan, Indeks Harga Properti Komersial (IHPK) pada triwulan I 2026 tercatat berada di level 105,70 atau mengalami penurunan tipis sebesar 0,10 persen secara tahunan.
Meski masih berada di zona negatif, laju penurunan tersebut jauh lebih moderat dibandingkan triwulan sebelumnya yang terkoreksi 0,36 persen.
Kepala Perwakilan Bank Indonesia Balikpapan, Robi Ariadi, menyebut perbaikan paling signifikan terjadi pada sektor hotel, meskipun harga masih turun 3,63 persen.
Baca Juga: Warung BBM Eceran di Samboja Barat Terbakar, Satu Warga Luka Bakar dan Bangunan Ludes
“Perbaikan terbesar terjadi pada segmen hotel. Memang masih turun, tetapi jauh lebih baik dibandingkan kontraksi 9,95 persen pada triwulan sebelumnya,” ujarnya.
Menurutnya, membaiknya kinerja hotel tidak lepas dari meningkatnya aktivitas ekonomi di Balikpapan, termasuk operasionalisasi Kilang Pertamina, pembangunan tahap II Ibu Kota Nusantara (IKN), serta berbagai kegiatan pemerintahan dan bisnis yang berlangsung di kota tersebut.
Ibu Kota Nusantara disebut menjadi salah satu faktor penting yang mendorong peningkatan permintaan akomodasi di Balikpapan sebagai kota penyangga utama.
“Selain hotel, sektor ritel dan perkantoran juga menunjukkan stabilitas harga di tengah meningkatnya permintaan ruang usaha,” tambahnya.
Baca Juga: Bursa Ketua Demokrat Kukar Mengerucut ke Tiga Nama, Bakal Diuji AHY
Meski belum sepenuhnya pulih, tren ini menunjukkan bahwa fondasi pertumbuhan sektor properti komersial di Balikpapan mulai terbentuk, seiring menguatnya aktivitas ekonomi riil di wilayah tersebut. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo