Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Hunian Hotel Belum Pulih, Balikpapan Kehilangan Hampir 4 Poin Dibanding Tahun Lalu

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 3 Juni 2026 | 21:01 WIB
CARI SOLUSI: Pelaku usaha perhotelan di Balikpapan menghadapi sejumlah tantangan, mulai persaingan antarhotel, perubahan pola perjalanan bisnis, hingga meningkatnya pilihan akomodasi non-hotel.
CARI SOLUSI: Pelaku usaha perhotelan di Balikpapan menghadapi sejumlah tantangan, mulai persaingan antarhotel, perubahan pola perjalanan bisnis, hingga meningkatnya pilihan akomodasi non-hotel.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Industri perhotelan Balikpapan masih menghadapi tantangan pada April 2026. Tingkat penghunian kamar hotel berbintang tercatat belum mampu menyamai capaian pada periode yang sama tahun sebelumnya.

Adapun tingkat penghunian kamar hotel bintang pada April 2026 sebesar 49,91 persen. Angka tersebut turun 3,88 poin persen dibandingkan April 2025 yang mencapai 53,79 persen berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan.

Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto menjelaskan bahwa meskipun terjadi kenaikan dibandingkan Maret 2026, secara tahunan kinerja perhotelan masih mengalami kontraksi.

“Jika dibandingkan dengan April tahun lalu, tingkat penghunian kamar hotel bintang mengalami penurunan sebesar 3,88 poin persen,” tuturnya.

Baca Juga: Hotel Balikpapan Mulai Bangkit, Properti Komersial Tunjukkan Sinyal Pemulihan di Awal 2026

Secara bulanan memang terjadi perbaikan. Tingkat penghunian naik dari 47,31 persen pada Maret menjadi 49,91 persen pada April 2026. Namun peningkatan tersebut belum cukup untuk mengembalikan performa industri ke level tahun sebelumnya.

Pelaku usaha perhotelan menghadapi sejumlah tantangan, mulai dari persaingan antarhotel, perubahan pola perjalanan bisnis, hingga meningkatnya pilihan akomodasi non-hotel.

Data menunjukkan tekanan paling besar terjadi pada hotel bintang 5. Tingkat penghunian segmen ini turun dari 58,78 persen pada April 2025 menjadi 44,43 persen pada April 2026.

Sebaliknya, hotel bintang 3 justru menjadi segmen yang paling stabil dengan tingkat hunian mencapai 62,89 persen.

Baca Juga: Bursa Ketua Demokrat Kukar Mengerucut ke Tiga Nama, Bakal Diuji AHY

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pasar masih ada, tetapi mengalami pergeseran menuju kelas hotel yang menawarkan keseimbangan antara harga dan fasilitas.

"Ke depan, pemulihan tingkat hunian hotel akan sangat bergantung pada pertumbuhan perjalanan bisnis, kegiatan pemerintahan, serta efek lanjutan pembangunan Ibu Kota Nusantara yang diharapkan meningkatkan mobilitas orang ke Balikpapan," ujarnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#industri perhotelan Kaltim #tingkat hunian hotel Balikpapan #Pariwisata Balikpapan #okupansi hotel Balikpapan #BPS Balikpapan