KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Rata-rata lama menginap tamu nusantara di Kota Minyak pada April 2026 mencapai 1,75 hari. Angka tersebut meningkat dibandingkan April 2025 yang sebesar 1,55 hari.
Sebaliknya, rata-rata lama menginap tamu asing turun dari 3,76 hari pada April 2025 menjadi 2,42 hari pada April 2026. Ketergantungan industri perhotelan Balikpapan terhadap pasar domestik semakin terlihat.
Saat lama tinggal wisatawan asing masih lebih rendah dibandingkan tahun lalu, tamu nusantara justru menunjukkan tren pertumbuhan yang konsisten.
“Rata-rata lama menginap tamu nusantara mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan peran pasar domestik yang semakin kuat dalam menopang permintaan hotel,” kata Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto.
Baca Juga: Hunian Hotel Belum Pulih, Balikpapan Kehilangan Hampir 4 Poin Dibanding Tahun Lalu
Dirinya berujar, pasar domestik menjadi kontributor utama bagi keberlangsungan industri perhotelan daerah. Kenaikan lama tinggal wisatawan domestik memiliki arti penting bagi ekonomi lokal.
Sebab jumlah wisatawan domestik jauh lebih besar dibandingkan wisatawan mancanegara. Setiap tambahan waktu tinggal berpotensi meningkatkan belanja masyarakat di hotel, restoran, transportasi, pusat oleh-oleh, hingga destinasi wisata.
Fenomena tersebut menunjukkan bahwa strategi pengembangan pariwisata tidak hanya perlu fokus pada wisatawan asing, tetapi juga memperkuat pasar domestik yang terbukti lebih stabil.
Dalam konteks Balikpapan sebagai pintu gerbang Kalimantan Timur dan kawasan penyangga IKN, pasar domestik diperkirakan akan terus menjadi motor utama pertumbuhan sektor akomodasi.
Baca Juga: Hotel Balikpapan Mulai Bangkit, Properti Komersial Tunjukkan Sinyal Pemulihan di Awal 2026
Jika tren ini berlanjut, maka kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi daerah berpotensi meningkat meskipun jumlah kunjungan belum melonjak secara signifikan.
"Yang bertambah bukan hanya jumlah tamu, tetapi juga durasi mereka membelanjakan uangnya di Kota Balikpapan," tuturnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo