KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Pariwisata yang ideal tidak boleh eksklusif dan hanya dinikmati oleh kalangan yang memiliki kemampuan finansial mapan. Berangkat dari semangat bahwa setiap orang berhak mendapatkan kebahagiaan lewat rekreasi, Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Samarinda menggagas program baru bertajuk "Wisata Inklusif" yang akan menyasar seluruh lapisan masyarakat.
Saddam Husein menyatakan bahwa program sosial itu dirancang agar keberadaan belasan destinasi wisata yang bernaung di bawah PUTRI bisa dirasakan manfaatnya secara nyata oleh warga yang kurang beruntung, tanpa dibebani biaya tiket masuk.
"Rencana akan kita dicoba di kepengurusan ini. Kita tuh pengin di PUTRI itu sifatnya inklusif. Maksud yang inklusif artinya semua kalangan dan semua lapis itu bisa menikmati, baik yang bayar ataupun tidak bayar," jelas Ketua DPC PUTRI Samarinda itu.
Untuk mengeksekusi program terkait, PUTRI Samarinda berencana membuka ruang komunikasi dengan Wali Kota Samarinda dan membangun kerja sama teknis bersama instansi terkait guna menyisir kantong-kantong sosial yang membutuhkan hiburan.
Dia menilai program tersebut tidak hanya berdampak bagi penerima manfaat, tetapi juga menjadi nilai tambah bagi citra pelaku usaha pariwisata. Dia menilai, industri wisata harus memiliki kepekaan sosial terhadap kondisi riil di lingkungan sekitar.
"Kita mau coba lihat bagaimana ya teman-teman misal di panti asuhan ini. Nanti gratis. Dan ini juga sih saya pikir bagus juga buat branding teman-teman kan. Bahwa wisata terutama yang ada di Samarinda itu harus bisa mengakomodir semua kebutuhan," urainya. (*)
Editor : Ismet Rifani