Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Saat Banyak Bisnis Menahan Diri, 28 Coffee Justru Tambah Outlet Baru dan Buka Lapangan Kerja

Ulil Mu'Awanah • Sabtu, 6 Juni 2026 | 18:39 WIB
MASIFKAN EKSPANSI: Tidak hanya bertujuan memperluas pasar, pembukaan outlet baru 28 Coffee memiliki semangat untuk menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong perputaran ekonomi lokal.
MASIFKAN EKSPANSI: Tidak hanya bertujuan memperluas pasar, pembukaan outlet baru 28 Coffee memiliki semangat untuk menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong perputaran ekonomi lokal.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Di tengah kondisi ekonomi yang masih menghadapi tantangan akibat kenaikan berbagai harga kebutuhan dan bahan baku, jaringan kedai kopi 28 Coffee justru memilih untuk terus melakukan ekspansi ke berbagai daerah. 

Langkah tersebut dikatakan Manager dan Business Development 28 Coffee Qiqie Biannt, tidak hanya bertujuan memperluas pasar, tetapi juga menciptakan lapangan kerja baru serta mendorong perputaran ekonomi lokal. Dia mengatakan perusahaan tetap menjaga optimisme dalam menjalankan bisnis.

Menurutnya, keberanian untuk terus berkembang harus diimbangi dengan kualitas produk, pelayanan, operasional, hingga detail-detail yang membangun kepercayaan konsumen.

“Yang pasti selalu positive thinking, percaya diri dan positive vibes. Semua itu harus diimbangi dengan kualitas dan konsistensi 28 Coffee yang selalu kami jaga dari produk, pelayanan, operasional, sampai detail-detail yang ada di dalamnya supaya trust dan daya beli juga ikut naik,” ucapnya.

Baca Juga: Kenapa Daya Beli Melemah Tapi Tempat Ngopi Tetap Ramai? Ini Penjelasan Konsultan Bisnis

Saat ini, 28 Coffee telah memiliki jaringan yang tersebar di berbagai kota. Di Balikpapan terdapat tujuh outlet, Samarinda satu outlet, Jogjakarta tujuh outlet, Solo dua outlet, Klaten satu outlet, Surabaya satu outlet, Jakarta satu outlet, dan satu outlet di Ibu Kota Nusantara (IKN). Selain itu, terdapat tujuh outlet lain yang masih dalam proses pengembangan.

Qiqie menjelaskan, ekspansi tidak hanya difokuskan pada kota-kota besar. Perusahaan juga mulai membidik kota lapis kedua atau second city yang dinilai memiliki potensi pertumbuhan konsumsi cukup besar. “Di Surabaya baru satu, tapi sedang on progress lagi. Kami juga terus melihat beberapa second city. Tidak cukup hanya mengenalkan produk, tetapi juga memberikan lapangan pekerjaan kepada anak-anak muda,” katanya.

Menurut dia, setiap pembukaan outlet baru secara langsung membutuhkan tenaga kerja baru, mulai dari barista, kasir, hingga tenaga operasional lainnya. Karena itu, ekspansi yang dilakukan perusahaan diharapkan mampu memberikan kontribusi terhadap peningkatan kesempatan kerja.

Baca Juga: Jangan Sampai Boncos, Ini Siasat Efisiensi untuk Pelaku F&B Samarinda di Semester Kedua 2026

Di Balikpapan sendiri, perusahaan berencana menambah dua outlet baru sehingga jumlah gerai dapat mencapai sembilan lokasi. Salah satu titik yang tengah dipersiapkan berada di kawasan Kebun Sayur.

Langkah ekspansi tersebut menjadi menarik karena dilakukan ketika sebagian pelaku usaha masih berhati-hati dalam melakukan investasi. Namun bagi 28 Coffee, pertumbuhan jaringan menjadi bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat merek sekaligus memperluas akses pasar.

“Kami masih terus mencoba berbagai hal dan tetap positif. Dengan membuka toko atau outlet baru, harapannya bisa membantu membuka lapangan pekerjaan sehingga kondisi perekonomian juga semakin membaik,” tutur Qiqie.

Ia menambahkan, perusahaan juga tengah melakukan penjajakan di sejumlah wilayah lain di luar kota-kota yang saat ini telah menjadi basis operasional. Meski masih dalam tahap survei, peluang pembukaan outlet baru tetap terbuka.

Ekspansi yang terus berlanjut menunjukkan optimisme pelaku usaha sektor food and beverage terhadap prospek konsumsi masyarakat. Di saat banyak sektor mengalami perlambatan, bisnis kedai kopi dinilai masih memiliki ruang tumbuh karena telah menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat modern.

“Pasti akan ada kota-kota baru lagi. Saat ini masih dalam tahap survei dan penjajakan, tetapi kami terus melihat peluang pengembangan ke berbagai daerah,” ujar Qiqie.

Dengan kombinasi strategi ekspansi, penciptaan lapangan kerja, serta penguatan kualitas layanan, 28 Coffee berharap dapat terus bertumbuh sekaligus memberikan dampak ekonomi yang lebih luas bagi daerah-daerah tempat mereka beroperasi. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#28 Coffee #ekspansi bisnis kopi #outlet 28 Coffee #bisnis coffee shop #28 Coffee Balikpapan