KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perlambatan ekonomi belum menggerus budaya nongkrong di coffee shop. Animo masyarakat Samarinda yang tetap tinggi mendorong Mercure dan Ibis Samarinda menyiapkan ekspansi dua outlet baru di luar kawasan City Centrum pada tahun ini.
Fenomena tersebut dirasakan jaringan outlet kuliner yang berada di bawah pengelolaan Mercure dan Ibis Samarinda, yakni Coffee & Co Soul, City Centrum, Coffee & Co Ibis Lobby Terrace, serta restoran noodle house Friendly Mama.
F&B Marketing Mercure Ibis Samarinda, Roger Defry Kang mengatakan minat masyarakat mengunjungi coffee shop masih sangat tinggi dalam enam bulan terakhir. Kondisi itu terlihat dari terus bertumbuhnya bisnis kedai kopi dan munculnya sejumlah coffee shop baru di Kota Tepian.
“Dari yang kami lihat dan observasi, animo masyarakat masih sangat antusias untuk datang ke coffee shop. Bahkan beberapa bulan terakhir semakin banyak coffee shop baru yang berkembang,” ujarnya.
Baca Juga: Saat Banyak Bisnis Menahan Diri, 28 Coffee Justru Tambah Outlet Baru dan Buka Lapangan Kerja
Tingginya minat pasar tersebut menjadi salah satu alasan perusahaan berani melakukan ekspansi. Tahun ini, Mercure dan Ibis Samarinda menyiapkan pembukaan dua outlet baru untuk memperluas jangkauan pasar.
Menurut Roger, awal tahun sempat terjadi penyesuaian akibat kondisi ekonomi. Namun situasi tersebut tidak berlangsung lama karena perusahaan terus menghadirkan konsep dan pengalaman baru yang sesuai dengan kebutuhan pelanggan.
“Awal-awal memang sedikit terdampak. Tapi makin ke sini kami berusaha menghadirkan sesuatu yang baru supaya orang-orang tetap tertarik datang,” katanya.
Roger menjelaskan, setiap outlet memiliki segmentasi pasar yang berbeda. Coffee & Co Soul yang berada di Mercure Samarinda menyasar pelanggan berusia 18 hingga 40 tahun, mulai dari mahasiswa, pekerja profesional hingga pelaku bisnis yang membutuhkan tempat bertemu klien atau melakukan rapat.
Baca Juga: Kenapa Daya Beli Melemah Tapi Tempat Ngopi Tetap Ramai? Ini Penjelasan Konsultan Bisnis
Karena itu, konsep yang diusung lebih mengarah pada ruang diskusi dan bekerja. Berbagai fasilitas pendukung disediakan, mulai area kerja, ruang privat berkapasitas 15 hingga 20 orang, hingga ruang merokok indoor bagi pelanggan yang ingin bekerja dari kafe.
“Coffee & Co Soul memang kami fokuskan sebagai tempat bertemu rekan kerja, klien, dan meeting. Jadi suasananya lebih nyaman untuk mengobrol dan bekerja,” jelasnya.
Berbeda dengan Coffee & Co Soul, Coffee & Co Ibis Lobby Terrace lebih menyasar kalangan muda dan mahasiswa yang mencari suasana santai untuk berkumpul. Untuk menarik segmen tersebut, berbagai program tematik rutin digelar. Mulai dari tema olahraga tenis, program June in Japan, hingga hiburan DJ setiap malam Minggu.
“Kami menyesuaikan dengan karakteristik pengunjung. Di Ibis lebih banyak anak muda yang mencari vibes berbeda dan suasana yang lebih fun,” ujarnya.
Roger menambahkan, konsep berbeda di setiap outlet menjadi strategi perusahaan untuk mengakomodasi kebutuhan pasar yang semakin beragam. “Kalau konsep yang terlalu anak muda diterapkan di Soul, belum tentu cocok karena banyak tamu yang datang untuk bekerja atau mencari suasana yang lebih santai,” katanya.
Selain bisnis kopi, Mercure dan Ibis Samarinda juga mengembangkan sektor kuliner melalui Friendly Mama yang dibuka pada Desember tahun lalu. Restoran tersebut mengusung konsep noodle house dengan beragam pilihan menu mi.
Baca Juga: Jangan Sampai Boncos, Ini Siasat Efisiensi untuk Pelaku F&B Samarinda di Semester Kedua 2026
Menurut Roger, respons pelanggan terhadap Friendly Mama cukup positif. Namun tantangan yang dihadapi saat ini adalah memperkuat posisi merek agar masyarakat semakin memahami konsep yang diusung.
“Challenge kami saat ini bagaimana cara kami memposisikan diri sebagai noodle house sehingga masyarakat semakin aware dengan konsep yang kami hadirkan,” ungkapnya.
Ia menilai tantangan tersebut lebih berkaitan dengan edukasi pasar dibandingkan penerimaan produk. Sebab, berbagai ulasan pelanggan menunjukkan konsep yang ditawarkan Friendly Mama mendapat respons yang baik.
Secara keseluruhan, capaian bisnis seluruh outlet yang dikelola Mercure dan Ibis Samarinda saat ini telah melampaui target awal yang ditetapkan perusahaan. “Kalau melihat kondisi sekarang, pencinta kopi dan budaya nongkrong di Samarinda sepertinya belum terdampak. Animonya masih sangat bagus,” pungkas Roger. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo