KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Berdasarkan laporan kinerja kuartal pertama 2026 yang dipaparkan dalam Public Expose Perseroan, total aset PT Surya Biru Murni Acetylene Tbk (SBMA) per 31 Maret 2026 mencapai Rp295,56 miliar.
Perusahaan terus memperkuat fondasi bisnis melalui peningkatan aset dan pengembangan infrastruktur operasional sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang di Kalimantan.
Nilai tersebut meningkat dibandingkan posisi akhir tahun sebelumnya dan menunjukkan agresivitas perusahaan dalam memperkuat kapasitas operasional.
Disampaikan Wakil Direktur Utama SBMA Welly Sumanteri, peningkatan aset terutama berasal dari penguatan aset tetap dan pengembangan infrastruktur operasional perusahaan.
Baca Juga: SBMA Genjot Diversifikasi Usaha, Bidik Sektor Material Konstruksi hingga Limbah B3
“Peningkatan ini terutama berasal dari penguatan aset tetap dan pengembangan infrastruktur operasional Perseroan sebagai bagian dari strategi ekspansi jangka panjang,” tuturnya.
Selain pertumbuhan aset, struktur permodalan perusahaan juga dinilai tetap sehat. Total ekuitas perusahaan hingga akhir Maret 2026 tercatat sebesar Rp 239,39 miliar.
Menurut manajemen, posisi tersebut menunjukkan kemampuan perusahaan menjaga kekuatan modal di tengah agenda investasi dan pengembangan usaha yang sedang berlangsung.
Perusahaan juga mulai menjalankan sejumlah program pengembangan jangka panjang, termasuk rencana penambahan cabang di wilayah strategis Kalimantan.
Baca Juga: SBMA Ekspansi Bisnis ke Material Konstruksi, Bidik Peluang Besar di Kalimantan
"Ekspansi tersebut ditujukan untuk memperluas jaringan distribusi sekaligus meningkatkan kualitas layanan kepada pelanggan sektor industri, energi, konstruksi, dan manufaktur," sebutnya.
Dari sisi likuiditas, arus kas operasional mengalami penyesuaian dibandingkan periode sebelumnya. Kondisi tersebut dipengaruhi oleh timing penerimaan pembayaran dari sejumlah proyek berjalan serta kebutuhan pendanaan untuk pengembangan bisnis.
Meski demikian, manajemen tetap optimistis terhadap prospek usaha hingga akhir tahun. Perusahaan menyebut telah memperoleh beberapa proyek baru yang akan segera berjalan, termasuk keberhasilan memperoleh perpanjangan kontrak selama dua tahun pada salah satu proyek strategis.
Fokus perusahaan ke depan adalah meningkatkan efisiensi operasional, memperkuat kualitas penagihan, menjaga stabilitas arus kas, serta memastikan profitabilitas tetap tumbuh secara sehat dan berkelanjutan.
“Dengan kombinasi recurring customer, dimulainya proyek-proyek baru, penguatan operasional, serta pengembangan usaha baru yang sedang dijalankan, manajemen tetap optimistis terhadap prospek usaha Perseroan untuk sisa tahun 2026,” kata Welly. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo