Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengonfirmasi bahwa selama periode caturwulan pertama tahun ini, pelabuhan di Kota Minyak tersebut menguasai sebagian besar lalu lintas impor Kaltim.
"Selama periode Januari-April 2026, nilai impor Pelabuhan Balikpapan menyumbang 85,94 persen terhadap total impor Kaltim, kemudian diikuti Pelabuhan Tanjung Bara 5,28 persen, dan Pelabuhan Kariangau 2,64 persen," terang Mas’ud.
Jika ditinjau dari grafik performa bulanan, aktivitas di lima pintu bongkar muat utama Kaltim secara akumulatif menunjukkan tren signifikan pada April 2026. Mas’ud menyebutkan, grafik pengiriman barang dari luar negeri naik hingga puluhan persen hanya dalam kurun waktu satu bulan.
"Jika dibandingkan dengan Maret 2026, nilai impor pada 5 pelabuhan utama mengalami peningkatan 34,88 persen, atau dari USD612,31 juta menjadi USD825,89 juta pada April 2026," lanjutnya.
Secara lebih rinci pada pencatatan April 2026, pasokan barang terkonsentrasi penuh di tiga titik pelabuhan bongkar terbesar. Mas’ud memaparkan bahwa total nilai impor melalui 3 pelabuhan bongkar terbesar pada April 2026 adalah Pelabuhan Balikpapan (USD703,13 juta), Pelabuhan Tanjung Bara (USD72,54 juta), dan Pelabuhan Kariangau (USD20,64 juta). (*)
Editor : Ismet Rifani