Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Arus Impor 5 Pelabuhan Utama Kaltim Naik 34,88 Persen, Tembus USD825,89 Juta

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 8 Juni 2026 | 16:56 WIB

 

PENGIRIMAN: Grafik pengiriman barang dari luar negeri naik hingga 34,88 persen pada April dibanding Maret 2026.
PENGIRIMAN: Grafik pengiriman barang dari luar negeri naik hingga 34,88 persen pada April dibanding Maret 2026.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Arus bongkar muat komoditas impor di gerbang laut Kalimantan Timur catatkan pertumbuhan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim menyebut Pelabuhan Balikpapan masih memegang kendali mutlak sebagai pintu masuk utama barang dari luar negeri, dengan dominasi nyaris tak tersentuh oleh pelabuhan lain di Bumi Etam.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengonfirmasi bahwa selama periode caturwulan pertama tahun ini, pelabuhan di Kota Minyak tersebut menguasai sebagian besar lalu lintas impor Kaltim.

"Selama periode Januari-April 2026, nilai impor Pelabuhan Balikpapan menyumbang 85,94 persen terhadap total impor Kaltim, kemudian diikuti Pelabuhan Tanjung Bara 5,28 persen, dan Pelabuhan Kariangau 2,64 persen," terang Mas’ud.

Jika ditinjau dari grafik performa bulanan, aktivitas di lima pintu bongkar muat utama Kaltim secara akumulatif menunjukkan tren signifikan pada April 2026. Mas’ud menyebutkan, grafik pengiriman barang dari luar negeri naik hingga puluhan persen hanya dalam kurun waktu satu bulan.

"Jika dibandingkan dengan Maret 2026, nilai impor pada 5 pelabuhan utama mengalami peningkatan 34,88 persen, atau dari USD612,31 juta menjadi USD825,89 juta pada April 2026," lanjutnya.

Secara lebih rinci pada pencatatan April 2026, pasokan barang terkonsentrasi penuh di tiga titik pelabuhan bongkar terbesar. Mas’ud memaparkan bahwa total nilai impor melalui 3 pelabuhan bongkar terbesar pada April 2026 adalah Pelabuhan Balikpapan (USD703,13 juta), Pelabuhan Tanjung Bara (USD72,54 juta), dan Pelabuhan Kariangau (USD20,64 juta). (*)

Editor : Ismet Rifani
#Mas'ud Rifai #impor lewat pelabuhan #BPS KALTIM #pelabuhan semayang