Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

BI Naikkan Suku Bunga! Rupiah Berbalik Menguat, Sempat Sentuh Rp 17.983

Uways Alqadrie • Selasa, 9 Juni 2026 | 19:54 WIB
Foto ilustrasi
Foto ilustrasi

KALTIMPOST.ID, JAKARTA – Nilai tukar rupiah berhasil mencatat penguatan pada perdagangan Selasa (9/6). Mata uang Garuda ditutup naik 130 poin atau sekitar 0,71 persen terhadap dolar Amerika Serikat (AS).

Berdasarkan data pasar, kurs rupiah ditutup di posisi Rp 18.058 per dolar AS, menguat dibandingkan penutupan sebelumnya yang berada di level Rp 18.188 per dolar AS. Bahkan pada perdagangan sore, rupiah sempat menembus level Rp 17.983 per dolar AS.

Penguatan tersebut terjadi setelah Bank Indonesia (BI) memutuskan menaikkan suku bunga acuan atau BI-Rate sebesar 25 basis poin menjadi 5,50 persen.

Baca Juga: Isi Pertemuan Luhut, Chatib Basri dan Prabowo Terungkap, Bahas MBG hingga GovTech Berbasis AI

Kebijakan ini dinilai sebagai langkah untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah di tengah tekanan ekonomi global.

Pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi menilai keputusan BI menjadi faktor utama yang mendorong penguatan mata uang domestik.

 Menurutnya, kenaikan suku bunga dilakukan untuk meredam dampak gejolak global, termasuk ketegangan geopolitik di Timur Tengah, sekaligus menjaga inflasi tetap berada dalam target pemerintah pada 2026 hingga 2027.

Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menjelaskan, kebijakan tersebut juga bertujuan meningkatkan daya tarik investasi portofolio asing agar kembali masuk ke pasar keuangan Indonesia. Dengan imbal hasil yang lebih tinggi, investor dinilai akan lebih tertarik menempatkan dananya di dalam negeri.

Perry mengakui bahwa sejak Rapat Dewan Gubernur BI pada Mei lalu, pergerakan rupiah cenderung lebih lemah dari perkiraan. Selain dipengaruhi ketidakpastian global, tingginya kebutuhan valuta asing di dalam negeri serta keluarnya sebagian dana investor asing turut menekan kurs rupiah.

Karena itu, BI memandang perlu mengambil langkah lanjutan untuk memperkuat stabilisasi nilai tukar. Selain menaikkan suku bunga, bank sentral juga menyiapkan berbagai instrumen guna mendorong arus modal asing kembali masuk ke Indonesia.

Baca Juga: Dua ABG Manado Diduga Jadi Korban TPPO, Hendak Dikirim ke THM di Sofifi

Dari sisi eksternal, sentimen pasar turut dipengaruhi perkembangan situasi Timur Tengah. Ketegangan antara Iran dan Israel dilaporkan mulai mereda setelah kedua pihak menghentikan serangan langsung.

Kondisi tersebut memberikan ruang bagi pelaku pasar untuk kembali meningkatkan minat terhadap aset negara berkembang.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) yang diterbitkan Bank Indonesia juga menunjukkan penguatan. Pada Selasa, JISDOR tercatat berada di level Rp 18.141 per dolar AS, membaik dibandingkan posisi sebelumnya yang mencapai Rp 18.171 per dolar AS.

Editor : Uways Alqadrie
#nilai tukar rupiah ke dolar #nilai tukar rupiah hari ini #kementerian keuangan (kemenkeu) #bank indonesia