KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Kadin menjadi rumah besar bagi seluruh pelaku usaha, mulai dari pengusaha senior, UMKM, generasi muda hingga perempuan pelaku bisnis.
Pesan tersebut disampaikan Ketua Kadin Kalimantan Timur Putri Amanda Nurramadhani saat mengukuhkan 87 pengurus Kadin Balikpapan.
Menurut Putri, masa depan ekonomi daerah tidak lagi dibangun oleh satu kelompok tertentu, melainkan melalui kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor.
"Saya ingin Kadin Balikpapan menjadi rumah yang nyaman bagi semua. Rumah bagi pengusaha senior, pelaku UMKM, generasi muda yang baru merintis usaha, dan perempuan-perempuan hebat yang semakin banyak mengambil peran penting dalam ekonomi daerah," pesannya.
Ia menilai ukuran keberhasilan organisasi bukan hanya jumlah anggota yang dimiliki, tetapi seberapa besar organisasi mampu membantu anggotanya bertumbuh.
Karena itu, Kadin harus mampu menciptakan ekosistem yang mendukung lahirnya pengusaha-pengusaha baru dari Kalimantan Timur.
"Kita ingin melihat lebih banyak pengusaha lokal yang naik kelas, lebih banyak anak muda yang berani membangun perusahaan sendiri, dan lebih banyak perempuan menjadi pemimpin usaha yang menciptakan lapangan kerja," ujarnya.
Putri menilai peluang tersebut semakin terbuka dengan hadirnya berbagai investasi dan proyek pembangunan besar di Kalimantan Timur. Namun di sisi lain, kompetisi juga semakin ketat karena banyak perusahaan besar mulai masuk ke daerah.
"Karena itu, pelaku usaha lokal perlu memperkuat kolaborasi dan meningkatkan kapasitas agar mampu bersaing secara sehat," kata Putri.
Ketua Kadin Balikpapan Noval Asfihani menyatakan kepengurusan baru siap menjadi wadah kolaborasi dan pemberdayaan dunia usaha. Ia mengajak seluruh pengurus untuk aktif bekerja dan tidak menjadikan jabatan hanya sebagai simbol organisasi.
"Amanah ini merupakan kehormatan sekaligus tanggung jawab besar. Kita harus aktif, berperan, dan bermanfaat bagi kemajuan ekonomi Kota Balikpapan," tegasnya.
Ke depan, penguatan UMKM, kewirausahaan muda, serta peningkatan peran perempuan dalam ekonomi diperkirakan menjadi salah satu fokus utama Kadin Balikpapan untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang lebih inklusif. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo