Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Muhammadiyah Bangun Pabrik Infus dan Obat Sendiri Pasok 135 Rumah Sakit, Perkuat Industri Farmasi Nasional

Uways Alqadrie • Kamis, 11 Juni 2026 | 16:04 WIB
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah melakukan groundbreaking pembangunan Pabrik PT Suryavena Farma Indonesia di Malang, Kamis (11/6). (FOTO: IST)
Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir bersama jajaran pimpinan Muhammadiyah melakukan groundbreaking pembangunan Pabrik PT Suryavena Farma Indonesia di Malang, Kamis (11/6). (FOTO: IST)

KALTIMPOST.ID, MALANG – Muhammadiyah memperluas kiprahnya di sektor ekonomi dan kesehatan dengan memulai pembangunan pabrik infus melalui PT Suryavena Farma Indonesia. Proyek tersebut ditandai dengan peletakan batu pertama di kawasan milik Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Kamis (11/6).

Prosesi groundbreaking dihadiri Ketua Umum PP Muhammadiyah Haedar Nashir, Ketua PP Muhammadiyah Muhadjir Effendy, Saad Ibrahim, dr Agus Taufiqurrahman, Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Fauzan, serta Ketua PWM Jawa Timur Sukadiono.

Haedar menjelaskan, pembangunan fasilitas industri kesehatan tersebut merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah memperkuat fondasi ekonomi umat sekaligus meningkatkan peran organisasi ke level usaha yang lebih besar dan berdaya saing.

Baca Juga: Cristiano Ronaldo Melempem Jelang Piala Dunia 2026, Portugal Tetap Menang atas Nigeria

Menurutnya, langkah tersebut tidak berarti meninggalkan komitmen Muhammadiyah dalam mendukung pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.

 Sebaliknya, keberadaan industri skala besar diharapkan dapat menjadi penggerak bagi terbentuknya ekosistem ekonomi yang lebih kuat dan berkelanjutan.

“Selama ini Muhammadiyah terus mendampingi sektor ekonomi rakyat. Kini kami ingin memperkuatnya dengan masuk ke sektor industri yang memiliki dampak lebih luas,” ujarnya.

Haedar menilai pembangunan pabrik infus menjadi bagian dari upaya mempersiapkan kemandirian ekonomi nasional menuju visi Indonesia Emas 2045. Menurutnya, potensi ekonomi bangsa harus dikelola oleh kekuatan dalam negeri agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat secara luas.

Pada tahap awal, PT Suryavena Farma Indonesia akan memproduksi cairan infus untuk memenuhi kebutuhan jaringan layanan kesehatan Muhammadiyah dan ’Aisyiyah yang tersebar di berbagai daerah.

Saat ini Muhammadiyah memiliki sekitar 135 rumah sakit yang menjadi pasar utama produk tersebut. Dengan rantai pasok yang terintegrasi, organisasi berharap dapat membangun sistem ekonomi sirkular yang memperkuat kemandirian lembaga kesehatan di bawah naungannya.

“Langkah pertama dimulai dari kebutuhan yang paling dekat dengan rumah sakit. Ke depan tentu akan berkembang ke produk kesehatan lainnya,” katanya.

Baca Juga: Jadwal Lengkap Piala Dunia 2026 Fase Grup: WITA Hari per Hari, Cek Jam Main Argentina, Brasil, Inggris dan Prancis

Selain infus, perusahaan tersebut juga diproyeksikan memproduksi berbagai perlengkapan medis dan farmasi, termasuk obat-obatan serta alat kesehatan yang dibutuhkan rumah sakit Muhammadiyah di seluruh Indonesia.

Editor : Uways Alqadrie
#pabrik infus Muhammadiyah #ketua PP Muhammadiyah #haedar nashir #PT Suryavena Farma Indonesia #pp muhammadiyah