Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Kadin Balikpapan Waspadai Gelombang PHK, Pelaku Usaha Diminta Perkuat Efisiensi dan Digitalisasi

Ulil Mu'Awanah • Minggu, 14 Juni 2026 | 18:42 WIB
Tenaga kerja
Tenaga kerja

KALTIMPOST.ID-Gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang mulai terjadi di sejumlah sektor usaha menjadi sinyal bahwa dunia bisnis sedang menghadapi masa sulit. Sektor perhotelan hingga usaha perjalanan wisata disebut mulai merasakan tekanan akibat perlambatan ekonomi.

Ketua Kadin Balikpapan Noval Asfihani mengatakan fenomena tersebut tidak terlepas dari kondisi ekonomi global yang masih penuh ketidakpastian.

Ia menyebut sejumlah pelaku usaha terpaksa melakukan penyesuaian operasional demi menjaga keberlangsungan bisnis. “Kita melihat ini menjadi salah satu contoh nyata bahwa ke depannya bakal banyak lagi pelaku usaha yang terdampak. Bahkan bisnis travel juga banyak yang menghentikan operasional bisnisnya sementara,” kata Noval.

Menurutnya, tidak ada perusahaan yang menginginkan PHK. Namun dalam kondisi tertentu, langkah tersebut menjadi pilihan terakhir ketika perusahaan tidak lagi mampu menanggung biaya operasional.

Baca Juga: IEE Series Balikpapan 2026 Perdana Digelar di Luar Jawa,  Hadirkan 100 Perusahaan dan 200 Merek dari 10 Negara, Didukung Pembangunan IKN

PHK, lanjut dia, bukan persoalan yang berdiri sendiri. Permasalahan tersebut merupakan dampak berantai dari menurunnya aktivitas ekonomi dan investasi.

“PHK mau tidak mau harus dilakukan oleh perusahaan jika memang kondisinya perusahaan sudah benar-benar tidak bisa melakukan pembayaran,” ujarnya.

Untuk menghadapi situasi tersebut, Kadin mendorong pelaku usaha memperkuat strategi efisiensi dan digitalisasi. Langkah itu dinilai dapat membantu perusahaan menekan biaya operasional tanpa harus mengorbankan produktivitas.

Noval mengungkapkan arahan serupa juga disampaikan Pemkot Balikpapan kepada para pelaku usaha.

“Pak Wali Kota sudah memberikan arahan bahwa kita harus lebih efisiensi lagi dan memanfaatkan teknologi digitalisasi. Karena dengan efisiensi itulah menjadi kunci kita untuk bisa bertahan di kondisi yang kurang pasti ini,” katanya.

Selain efisiensi, ia mengajak kalangan dunia usaha memperkuat kolaborasi dan semangat gotong royong agar dampak perlambatan ekonomi tidak semakin meluas.

“Jangan memikirkan diri sendiri. Kalau bisa kita sama-sama mencari cara bagaimana saling membantu agar ekonomi tetap bergerak,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
#Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) #penajam paser utara #ibu kota nusantara #Gubernur Kaltim Rudi Masud #Kutai Barat