Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Harga Cabai, Beras dan Minyak Goreng Naik, Inflasi Balikpapan Capai 2,75 Persen

Ulil Mu'Awanah • Senin, 15 Juni 2026 | 19:41 WIB
BELUM SWASEMBADA: Kenaikan harga sejumlah bahan pangan kembali menjadi perhatian masyarakat Balikpapan.
BELUM SWASEMBADA: Kenaikan harga sejumlah bahan pangan kembali menjadi perhatian masyarakat Balikpapan.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Kenaikan harga sejumlah bahan pangan kembali menjadi perhatian masyarakat Kota Balikpapan. Cabai rawit, minyak goreng hingga beras menjadi beberapa komoditas yang tercatat mengalami kenaikan harga selama Mei 2026.

Di mana, inflasi tahunan kota ini kata Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama mencapai 2,75 persen. Marinda menjelaskan kelompok makanan, minuman dan tembakau masih menjadi salah satu penyumbang utama inflasi.

"Kelompok makanan, minuman dan tembakau memberikan andil inflasi sebesar 1,09 persen terhadap inflasi tahunan Kota Balikpapan," kata Marinda.

Kelompok tersebut mencatat inflasi tahunan sebesar 3,47 persen. Komoditas yang dominan mendorong kenaikan harga antara lain cabai rawit, tomat, beras, minyak goreng, bawang merah dan air kemasan.

Baca Juga: Bukan Beras atau Cabai, Ini Penyebab Utama Inflasi Balikpapan Melonjak pada Mei 2026

Selain itu, roti manis, ketimun, kacang panjang, makanan hewan peliharaan hingga cabai merah juga turut menyumbang inflasi bulanan.

Menurut Marinda, tekanan harga pangan masih menjadi komponen penting dalam pembentukan inflasi daerah karena berkaitan langsung dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat.

Meski demikian, tidak semua komoditas pangan mengalami kenaikan. BPS mencatat sejumlah komoditas justru memberikan andil deflasi, seperti kangkung, bayam, sawi hijau, tomat, ikan kembung, jagung manis dan bawang merah pada periode tertentu.

Secara bulanan, inflasi Mei 2026 sebesar 0,27 persen. Angka ini lebih tinggi dibandingkan April 2026 yang mencatat inflasi tahunan sebesar 2,19 persen.

Baca Juga: Kadin Balikpapan Minta Pelaku Usaha Tak Panik Hadapi Tarif PPh Badan 22 Persen

Marinda mengatakan perkembangan harga pangan akan terus menjadi perhatian karena sangat berpengaruh terhadap daya beli masyarakat.

"Kami terus memantau perkembangan harga komoditas yang menjadi kebutuhan utama masyarakat karena kontribusinya cukup besar terhadap inflasi," ujarnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#Harga Pangan Balikpapan #Kenaikan harga bahan pokok #harga beras #harga cabai rawit #inflasi Balikpapan