KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Arus penumpang angkutan laut dalam negeri di Kalimantan Timur mengalami perlambatan signifikan pada April 2026.
Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat jumlah penumpang yang menggunakan transportasi laut hanya mencapai 56.317 orang atau turun 48,38 persen dibandingkan Maret 2026.
Dikatakan Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai, penurunan terjadi di seluruh pelabuhan utama. Pelabuhan Semayang Balikpapan yang menjadi pelabuhan tersibuk di Kaltim mencatat penurunan terdalam secara jumlah penumpang.
Dari 80.107 orang pada Maret, jumlahnya menyusut menjadi 39.397 orang pada April atau turun 50,82 persen. "Penurunan juga terjadi di Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan sebesar 47,56 persen menjadi 5.494 penumpang dan Pelabuhan Samarinda sebesar 38,31 persen menjadi 11.426 penumpang," terang Mas’ud.
Meski mengalami penurunan bulanan, Pelabuhan Semayang Balikpapan tetap menjadi pintu utama angkutan laut di Kaltim dengan kontribusi 69,96 persen terhadap total penumpang. Sementara Pelabuhan Samarinda menyumbang 20,29 persen dan Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan sebesar 9,75 persen.
Secara kumulatif, kinerja angkutan laut justru masih menunjukkan pertumbuhan. Selama Januari hingga April 2026, jumlah penumpang mencapai 249.780 orang atau meningkat 15,74 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu yang sebanyak 215.805 orang.
Kenaikan kumulatif terutama ditopang Pelabuhan Semayang Balikpapan yang tumbuh 21,23 persen menjadi 177.157 penumpang serta Pelabuhan Samarinda yang naik 7,63 persen menjadi 46.463 penumpang.
"Sebaliknya, Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan mencatat penurunan tipis 1,31 persen menjadi 26.160 penumpang pada empat bulan pertama 2026," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo