KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Laju inflasi di Balikpapan menunjukkan tren meningkat dalam beberapa bulan terakhir. Namun kondisi tersebut dinilai masih berada pada level yang terkendali.
Angka inflasi tahunan pada Mei 2026 tercatat sebesar 2,75 persen year on year (yoy), naik dibanding April 2026 yang berada di angka 2,19 persen (yoy).
"Indeks harga konsumen meningkat dari 108,58 pada Mei 2025 menjadi 111,57 pada Mei 2026," ucap Marinda Dama, selaku Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, Selasa (16/6). Kenaikan tersebut dikatakan masih berada dalam kondisi yang relatif aman.
Selain inflasi tahunan, Balikpapan juga mengalami inflasi bulanan sebesar 0,27 persen (month to month/mtm) dan inflasi tahun kalender sebesar 1,37 persen year to date (ytd).
Baca Juga: Banyak Usaha Tahan Ekspansi, JJ Steak Justru Gaspol Buka Outlet Baru
Jika dibandingkan dua tahun sebelumnya, inflasi Balikpapan sempat mencapai 3,13 persen pada Mei 2024 dan turun menjadi 1,01 persen pada Mei 2025. Tahun ini inflasi kembali meningkat ke level 2,75 persen.
Data tersebut menunjukkan adanya pemulihan tekanan harga setelah sempat melandai pada 2025. Kelompok yang mengalami kenaikan harga tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya dengan inflasi 9,96 persen.
Disusul transportasi sebesar 7,50 persen dan makanan, minuman serta tembakau sebesar 3,47 persen. Sementara kelompok yang mengalami deflasi antara lain pakaian dan alas kaki sebesar 0,53 persen, perumahan serta utilitas rumah tangga sebesar 0,86 persen, serta rekreasi dan budaya sebesar 0,79 persen.
Baca Juga: Patut Dicontoh, Saat Margin Menyusut JJ Steak Pilih Menyelamatkan Karyawan Ketimbang Keuntungan
Marinda menjelaskan bahwa dinamika harga yang terjadi mencerminkan perubahan pola konsumsi masyarakat dan kondisi pasar pada sejumlah komoditas.
"Secara umum inflasi Balikpapan masih menunjukkan kondisi yang terkendali meskipun terdapat beberapa kelompok pengeluaran yang mengalami kenaikan cukup tinggi," katanya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo