KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Di tengah perhatian publik terhadap harga pangan dan transportasi, terdapat kelompok pengeluaran lain yang justru mencatat kenaikan paling tinggi di Balikpapan.
Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tahunan sebesar 9,96 persen pada Mei 2026. Angka ini menjadi yang tertinggi dibanding seluruh kelompok pengeluaran dalam perhitungan Indeks Harga Konsumen Balikpapan.
Kepala BPS Kota Balikpapan Marinda Dama mengatakan kenaikan harga pada kelompok ini dipengaruhi sejumlah komoditas dan jasa yang banyak digunakan masyarakat. "Kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi tertinggi secara year-on-year yaitu sebesar 9,96 persen," ucap Marinda.
Meski inflasinya paling tinggi, kontribusi kelompok ini terhadap inflasi keseluruhan tercatat sebesar 0,62 persen. Beberapa komoditas yang memicu kenaikan harga antara lain emas perhiasan, parfum, pembalut wanita serta berbagai kebutuhan perawatan pribadi lainnya.
Baca Juga: Harga Makanan hingga Transport Naik, Inflasi Balikpapan Mulai Menguat
Sementara itu, inflasi Balikpapan secara keseluruhan tercatat sebesar 2,75 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibanding Mei 2025 yang hanya sebesar 1,01 persen.
Menurut Marinda, kenaikan harga emas perhiasan menjadi salah satu faktor yang cukup dominan dalam pembentukan inflasi tahunan. "Selain kelompok perawatan pribadi, inflasi juga didorong oleh transportasi dan kelompok makanan, minuman serta tembakau," sebutnya.
Di sisi lain, kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga masih mencatat deflasi sehingga membantu menahan laju kenaikan inflasi yang lebih tinggi.
"Kondisi ini menunjukkan sumber tekanan inflasi tidak hanya berasal dari kebutuhan pokok, tetapi juga dari kelompok pengeluaran lainnya yang mengalami peningkatan harga cukup signifikan," tutup Marinda. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo