Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Arang Halaban Kaltim Tembus Pasar Ekspor, Permintaan Capai 10 Kontainer dari Timur Tengah

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 17 Juni 2026 | 19:39 WIB
POTENSI: Arang halaban jadi komoditas ekspor asal Kaltim yang potensial. Permintaannya hingga 10 kontainer.
POTENSI: Arang halaban jadi komoditas ekspor asal Kaltim yang potensial. Permintaannya hingga 10 kontainer.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Di balik berbagai tantangan ekonomi yang dihadapi Kaltim, peluang bagi pelaku usaha berorientasi ekspor masih terbuka lebar. Bahkan, sejumlah produk lokal mulai menunjukkan prospek yang menjanjikan di pasar internasional.

Dijelaskan Kepala Bidang Perdagangan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim Ali Wardana, kondisi saat ini dapat menjadi momentum bagi pelaku usaha daerah untuk memperluas pasar hingga ke luar negeri.

Menurutnya, pelemahan rupiah tidak selalu membawa dampak negatif apabila mampu dimanfaatkan oleh sektor ekspor. “Di balik hal-hal yang negatif tadi ini juga bisa menjadi momentum untuk memanfaatkan peluang ini bagi pelaku usaha kita bisa go global,” bebernya, Rabu (17/6).

Salah satu komoditas yang mulai menunjukkan potensi tersebut adalah arang kayu jenis halaban. Produk yang diolah dari pohon yang selama ini kerap dianggap gulma itu ternyata memiliki pasar yang cukup besar di Timur Tengah.

Baca Juga: Investasi di Balikpapan Serap 11 Ribu Lebih Pekerja, Sektor Konstruksi hingga Perdagangan Jadi Motor Utama

Ali menjelaskan, bahan baku arang halaban tersedia cukup melimpah di daerah. Sebelum memiliki nilai ekonomi, pohon tersebut umumnya ditebang dan dibakar saat pembukaan lahan. “Bahkan itu dianggap gulma oleh masyarakat. Pada saat akan dilakukan untuk penanaman atau berkebun, itu ditebang kemudian dibakar,” ujarnya.

Permintaan pasar internasional terhadap produk tersebut terus meningkat. Namun, kemampuan produksi pelaku usaha lokal masih belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan pasar. “Permintaannya besar sekali. Bisa 10 kontainer, tapi kemampuan pelaku usaha hanya di tiga, di empat, maksimal lima,” ungkapnya.

Menurut Ali, kondisi tersebut menunjukkan masih terbukanya ruang bagi peningkatan kapasitas produksi dan penguatan pelaku usaha ekspor di daerah. Dukungan dari berbagai pihak diperlukan agar peluang pasar yang ada tidak justru dimanfaatkan daerah lain.

Baca Juga: IKN Usung Smart City hingga Sponge City, Ini Dampaknya ke Ekonomi Nasional

Dia juga mendorong optimalisasi peran badan usaha milik daerah (BUMD) sebagai agregator yang dapat membantu pelaku usaha memperluas kapasitas produksi maupun akses pasar. “Ini bisa setidaknya meningkatkan pendapatan dari kita di Kaltim,” katanya.

Dia berharap semakin banyak pelaku usaha lokal yang mampu memanfaatkan peluang ekspor sehingga ekonomi daerah tidak hanya bergantung pada sektor-sektor tradisional, tetapi juga bertumpu pada produk hilirisasi dan usaha kecil yang mampu bersaing di pasar global. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#arang halaban Kaltim #komoditas ekspor Kalimantan Timur #peluang ekspor UMKM #arang kayu halaban #Ekspor Kaltim