KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas perjalanan wisatawan nasional (wisnas) melalui Kalimantan Timur kembali menunjukkan tren positif. Pada April 2026, jumlah perjalanan wisnas tercatat mencapai 3.958 perjalanan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalimantan Timur, Mas’ud Rifai, mengatakan angka tersebut mengalami peningkatan yang cukup signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
“Jumlah tersebut mengalami peningkatan 32,60 persen bila dibandingkan dengan bulan sebelumnya,” ujarnya.
Baca Juga: Kejari Samarinda Bongkar Dugaan Korupsi KUR BRI, Delapan Orang Jadi Tersangka
Tidak hanya secara bulanan, jumlah perjalanan wisnas melalui Kaltim juga meningkat dibandingkan periode yang sama tahun lalu. BPS mencatat pertumbuhan sebesar 3,32 persen dibandingkan April 2025.
Peningkatan tersebut menunjukkan mobilitas masyarakat yang melakukan perjalanan ke luar negeri melalui pintu keberangkatan di Kalimantan Timur masih terjaga sepanjang awal tahun.
Mas’ud menjelaskan, seluruh perjalanan wisnas dari Kaltim tercatat melalui pintu masuk utama udara, yakni Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman (SAMS) Sepinggan, Balikpapan.
“Secara kumulatif, jumlah perjalanan wisnas melalui pintu masuk utama udara selama Januari hingga April 2026 mencapai 15.446 perjalanan. Angka tersebut meningkat 14,68 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang tercatat sebanyak 13.469 perjalanan,” jelasnya.
Baca Juga: Dari Belakang Rumah: Lumpur, Mangrove dan Blue Carbon
Data BPS juga menunjukkan bahwa tren perjalanan wisnas sempat mencapai titik tertinggi dalam tiga tahun terakhir pada Juli 2025. Saat itu, jumlah perjalanan yang tercatat melalui Kalimantan Timur mencapai 7.225 perjalanan.
Capaian tersebut menjadi yang tertinggi selama periode April 2024 hingga April 2026. Meski belum menyamai level tersebut, kenaikan yang terjadi pada April 2026 mengindikasikan aktivitas perjalanan masyarakat melalui Kalimantan Timur masih berada dalam tren pertumbuhan.
Peningkatan ini sekaligus menjadi sinyal positif bagi sektor transportasi dan mobilitas masyarakat yang menggunakan Kalimantan Timur sebagai pintu gerbang perjalanan internasional. (*)
Editor : Ery Supriyadi