KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Sensus Ekonomi 2026 tidak sekadar menghitung jumlah usaha yang ada di Kalimantan Timur. Pendataan yang dilakukan Badan Pusat Statistik (BPS) juga menjadi sarana memotret perubahan struktur ekonomi yang terjadi selama satu dekade terakhir.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, banyak perubahan yang terjadi sejak sensus ekonomi sebelumnya dilaksanakan pada 2016. Selain perkembangan teknologi, pandemi Covid-19 juga membawa perubahan besar terhadap pola usaha dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Menurut Mas’ud, hasil sensus dibutuhkan untuk melihat perkembangan struktur ekonomi yang terjadi di masyarakat. Data tersebut akan menjadi bagian penting dalam penyusunan strategi pembangunan ekonomi nasional ke depan.
Baca Juga: Cara Bikin NIB di Balikpapan Kini Lebih Mudah, 10 Layanan UMKM Terintegrasi di DPMPTSP
Dia menjelaskan, seluruh jenis usaha akan dicatat dalam sensus tahun ini, mulai dari usaha rumah tangga hingga usaha berskala besar. “Dari mikro atau dari skala rumah tangga usahanya sampai besar. Termasuk yang tidak memiliki tempat usaha fisik,” jelasnya.
Fenomena ekonomi digital yang berkembang pesat beberapa tahun terakhir turut menjadi perhatian BPS. Pelaku usaha berbasis digital, termasuk kreator konten, masuk dalam cakupan pendataan. “Konten kreator juga termasuk yang kami data juga. Misal affiliator, youtuber,” tegasnya.
Pendataan tersebut didukung pembaruan Klasifikasi Baku Lapangan Usaha Indonesia (KBLI) yang semakin mengakomodasi berbagai model usaha digital dan ekonomi kreatif yang berkembang di masyarakat.
Selain jumlah usaha, BPS juga akan mengumpulkan berbagai karakteristik pelaku usaha. Data tersebut diharapkan mampu memberikan gambaran lebih detail mengenai kondisi dan daya tahan usaha yang ada.
Baca Juga: Perjalanan Wisatawan Kaltim ke Luar Negeri Naik 32,6 Persen, Tembus 3.958 pada April 2026
“Nanti karakteristik usaha itu kita data semua, baik pengusahanya itu laki-laki atau perempuan, umurnya berapa, kemudian mulai berusaha tahun kapan,” kata Mas’ud.
Sementara itu, Wakil Gubernur Kaltim Seno Aji menilai transformasi ekonomi menjadi salah satu hal menarik yang dapat dicermati dari hasil sensus nanti. Menurut dia, Kaltim saat ini tengah mendorong penguatan sektor-sektor ekonomi di luar sektor ekstraktif.
“Di sisi lain kita meningkatkan hilirisasi industri. Kita tingkatkan industri-industri yang berkaitan dengan kelapa sawit, kemudian industri yang berkaitan dengan perikanan, pertanian, dan lain sebagainya,” ujarnya setelah menjadi salah satu responden Sensus Ekonomi, Kamis (18/6).
Dia berharap data yang dihasilkan sensus dapat membantu pemerintah melihat perkembangan sektor-sektor baru tersebut sekaligus memperkuat upaya diversifikasi ekonomi daerah. “Sebagai alternatif ekonomi dari ekstraktif menjadi yang berkelanjutan,” pungkasnya. (*)
Editor : Duito Susanto