KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Mobilitas wisatawan nusantara (wisnus) yang berasal dari Kalimantan Timur menunjukkan tren melemah pada April 2026. Meski sejumlah daerah masih menjadi kantong utama perjalanan wisata, jumlah pergerakan masyarakat untuk berwisata tercatat menurun baik secara bulanan maupun tahunan.
Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan, jumlah perjalanan wisnus berdasarkan kabupaten/kota asal pada April 2026 mencapai 1.288.070 perjalanan. Angka tersebut turun 23,43 persen dibandingkan Maret 2026 dan turun 28,50 persen dibandingkan April tahun lalu.
Secara kumulatif, periode Januari-April 2026 juga mencatat perlambatan. "Jumlah perjalanan wisnus asal Kaltim mencapai 5.571.052 perjalanan atau turun 0,62 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencapai 5.605.828 perjalanan," terang Mas’ud.
Baca Juga: Jalur Afirmasi SMK Buka Peluang Lebih Besar bagi Siswa Kurang Mampu, Kuota Minimal 15 Persen
Meski mengalami penurunan, Samarinda masih menjadi daerah asal wisatawan terbesar di Kaltim. Pada April 2026, jumlah perjalanan dari Kota Tepian mencapai 316.838 perjalanan atau berkontribusi 24,60 persen terhadap total perjalanan wisnus asal Kaltim.
Jumlah tersebut turun 23,68 persen dibandingkan Maret 2026. Sementara dibandingkan April 2025, penurunannya mencapai 29,95 persen.
Di bawah Samarinda, Kutai Kartanegara menempati posisi kedua dengan 260.344 perjalanan atau 20,21 persen dari total perjalanan. Disusul Balikpapan sebanyak 244.348 perjalanan atau 18,97 persen. Kutai Timur dan Paser juga menjadi daerah dengan volume perjalanan yang relatif tinggi.
Di tengah tren penurunan yang terjadi di sebagian besar daerah, Mahakam Ulu justru mencatat pertumbuhan tertinggi dibandingkan April 2025. "Jumlah perjalanan wisnus dari kabupaten tersebut meningkat 38,65 persen menjadi 9.126 perjalanan," ungkapnya.
Baca Juga: Hadir Akhir Pekan Ini, PCX Bikers Playland Siap Berikan Momen Spesial Ayah dan Keluarga
Sebaliknya, penurunan terdalam terjadi di Penajam Paser Utara yang merosot 44,15 persen secara tahunan. Penurunan juga tercatat di Paser 33,97 persen, Kutai Kartanegara 33,82 persen, Bontang 30,51 persen, Samarinda 29,95 persen, Kutai Timur 24,42 persen, Kutai Barat 21,87 persen, Balikpapan 17,41 persen, dan Berau 9,74 persen.
Mas’ud menuturkan secara regional pergerakan wisatawan masih terkonsentrasi di kota-kota besar dan wilayah dengan jumlah penduduk tinggi. Namun, perlambatan yang terjadi pada April menunjukkan aktivitas perjalanan wisata masyarakat belum kembali sekuat tahun sebelumnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo