KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Produk usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) khas Kaltim terus didorong untuk naik kelas dan bersaing di pasar global. Salah satunya difasilitasi melalui Galeri UMKM Center di bawah naungan Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Kaltim.
Hebatnya, produk yang dilirik pasar internasional bukan sekadar komoditas besar, melainkan camilan dan minuman tradisional. Mulai produk wedang (minuman herbal tradisional), kerumbo, camilan peyek, hingga amplang yang merupakan kuliner khas Bumi Etam.
"Jadi yang sering berurusan dengan ekspor itu wedang, terus ada kerumbo, amplang, tergantung kebutuhan si eksportirnya maunya apa,” jelas Nina selaku koordinator Galeri UMKM Center, Jumat (19/6).
Sejak buka pada Agustus tahun lalu, Galeri UMKM Center sampai saat ini sudah menampung sekitar 210 pelaku usaha yang berasal dari berbagai daerah di Kalimantan Timur. Dari jumlah tersebut, produk asal Balikpapan tercatat sebagai yang paling banyak memenuhi etalase galeri.
Nina mengungkapkan, potensi ekspor untuk produk-produk ini sangat terbuka. Namun, ia menekankan untuk menembus pasar luar negeri membutuhkan standardisasi yang jauh lebih ketat ketimbang pasar domestik. Salah satu tantangan terbesar yang harus dipenuhi oleh para pelaku UMKM adalah masa ketahanan produk itu sendiri.
"Masa tahan produk untuk ekspor ini harus lebih dari 6 bulan, ya sekitar setahun lah idealnya. Karena kita tahu sendiri proses pengirimannya (ke negara tujuan) itu cukup lama," sambung Nina.
Selain faktor kedaluwarsa, tantangan lain terletak pada regulasi kemasan yang diberlakukan oleh negara tujuan. Menurutnya, setiap negara memiliki persyaratan yang sangat beragam dan spesifik termasuk dalam hal penggunaan material kemasan seperti jenis plastik tertentu. Selama ini, seluruh proses produksi dan pengemasan masih dilakukan secara mandiri oleh masing-masing UMKM.
Langkah penetrasi pasar ekspor untuk produk rumahan seperti wedang dan peyek ini diharapkan menjadi pemantik bagi ratusan UMKM lainnya di Kaltim untuk terus meningkatkan kualitas produksi dan legalitas usaha mereka agar siap go international. (*)
Putra Malinau
Putraamalinauu@gmail.com
Editor : Nugroho Pandu Cahyo