KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Di tengah pesatnya perkembangan ekonomi digital, Galeri UMKM Center Provinsi Kalimantan Timur masih menghadapi tantangan dalam memperluas pemasaran produk ke platform marketplace.
Hingga kini, pusat promosi yang menaungi sekitar 210 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) se-Kaltim tersebut belum memiliki satu pun produk yang dipasarkan melalui e-commerce besar.
Sejak resmi beroperasi pada 1 Agustus 2025, Galeri UMKM Center yang berada di bawah Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi, dan UKM Provinsi Kaltim ini masih mengandalkan media sosial, khususnya Instagram, sebagai kanal utama pemasaran digital.
Koordinator Galeri UMKM Center, Nina, mengakui pihaknya masih dalam tahap pengembangan untuk masuk ke sistem penjualan berbasis marketplace. Kendala utama bukan pada kualitas produk, melainkan keterbatasan sumber daya manusia (SDM) yang secara khusus menangani pengelolaan platform tersebut.
Baca Juga: Ratusan UMKM Bergabung, Galeri UMKM Center Kaltim Buka Jalan Pelaku Usaha Menuju Pasar Global
“Kalau penjualan, kita kebanyakan dari media sosial saja, seperti IG. Marketplace ini masih kita godok, karena belum ada orang yang khusus menangani,” ujarnya.
Menurut Nina, pengelolaan akun marketplace untuk wadah yang menaungi ratusan UMKM membutuhkan tenaga khusus yang fokus penuh pada manajemen digital, mulai dari unggah produk hingga pengelolaan transaksi.
Ia menambahkan, kondisi tersebut membuat pihaknya sementara ini belum dapat mengoptimalkan potensi penjualan melalui e-commerce, meski seluruh produk yang tergabung telah melalui proses kurasi ketat.
Kurasi dilakukan bersama Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) untuk memastikan produk yang dipasarkan telah memenuhi standar kualitas dan kelayakan jual.
Secara administrasi, produk UMKM yang berada di bawah Galeri UMKM Center juga telah memenuhi berbagai persyaratan legalitas, seperti Nomor Induk Berusaha (NIB) hingga sertifikasi halal.
Produk yang dipajang di lantai satu galeri didominasi kuliner khas daerah, seperti amplang, olahan hasil laut, serta berbagai makanan tradisional khas Kalimantan Timur lainnya. (*)
Putra Malinau
Putraamalinauu@gmail.com
Editor : Nugroho Pandu Cahyo