Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Investasi Tak Lagi Cukup Modal, Kadis ESDM Kaltim Tekankan Kolaborasi hingga Inovasi

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 19 Juni 2026 | 19:35 WIB
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto.
Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Persaingan memperebutkan investasi semakin ketat. Di tengah perlambatan ekonomi global dan ketidakpastian pasar komoditas, pemerintah daerah dituntut menghadirkan lebih dari sekadar insentif fiskal untuk menarik investor.

Kepala Dinas ESDM Kaltim Bambang Arwanto menilai keberhasilan investasi masa depan akan sangat ditentukan oleh kemampuan daerah membangun kolaborasi, inovasi serta ekosistem bisnis yang kompetitif.

Sebab investasi saat ini tidak hanya melihat ketersediaan sumber daya alam, tetapi juga mempertimbangkan kualitas infrastruktur, kesiapan tenaga kerja, penggunaan teknologi, hingga kepastian regulasi.

Menurutnya, daerah yang mampu mempertemukan kepentingan pemerintah, dunia usaha, akademisi dan masyarakat akan lebih mudah menarik investasi jangka panjang. "Kami berharap lahir kerja sama baru, investasi baru, inovasi baru dan solusi-solusi baru yang mampu menjawab tantangan sektor energi dan engineering di masa depan," katanya.

Baca Juga: Galeri UMKM Center Kaltim Akui Terkendala SDM, Belum Satu Pun Produk Masuk Marketplace

Bambang menjelaskan bahwa ekonomi modern semakin bertumpu pada kolaborasi lintas sektor. Tidak ada lagi perusahaan yang dapat berkembang sendiri tanpa dukungan rantai pasok, teknologi, sumber daya manusia, dan kebijakan yang mendukung.

Kondisi tersebut menjadi relevan bagi Kalimantan Timur yang saat ini berada pada fase penting transformasi ekonomi seiring pembangunan IKN dan meningkatnya investasi sektor energi, mineral, serta infrastruktur strategis.

Ia menilai momentum tersebut harus dimanfaatkan untuk memperkuat ekosistem ekonomi daerah agar manfaat investasi tidak hanya terkonsentrasi pada perusahaan besar, tetapi juga mengalir ke UMKM, penyedia jasa lokal, kontraktor daerah, hingga tenaga kerja setempat.

Selain itu, investasi baru juga perlu diarahkan pada sektor yang mampu menciptakan nilai tambah lebih tinggi dibanding sekadar eksploitasi sumber daya alam. Dengan kombinasi investasi, inovasi dan kolaborasi yang kuat, Kalimantan Timur dinilai memiliki peluang besar untuk memperkuat posisinya sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru nasional, terutama di kawasan Indonesia Timur.

Baca Juga: Ratusan UMKM Bergabung, Galeri UMKM Center Kaltim Buka Jalan Pelaku Usaha Menuju Pasar Global

"Energi memang menggerakkan pembangunan, tetapi inovasi dan kolaborasi yang menentukan seberapa jauh kita bisa melangkah," ujarnya.

Sementara itu, Menteri Investasi/ Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Rosan P Roeslani, meminta tambahan anggaran sebesar Rp 578,9 miliar untuk pagu 2027. Adapun dengan permintaan tersebut maka total pagu anggaran BKPM menjadi Rp 1,20 triliun dari pagu awal sebesar Rp 625,1 miliar.

Rosan menjelaskan, anggaran tersebut nantinya digunakan untuk program dukungan manajemen sebesar Rp 579,9 miliar dan program penanaman modal dan hilirisasi sebesar Rp 624,1 miliar. Ia mengatakan, permintaan tersebut diperlukan untuk mencapai target realisasi investasi penanaman modal asing (PMA) dan penanaman modal dalam negeri (PMDN) sebesar Rp 2.322 triliun pada 2027.

“Kementerian investasi, realisasi investasi PMA atau PMDN sebesar Rp 2.322 triliun atau lebih tinggi 13,8 persen dibandingkan dengan target 2026 sebesar Rp 2.041,3 triliun,” ujarnya. Terdapat beberapa program strategis BKPM pada 2027 di antaranya pengembangan sistem online single submission (OSS) berbasis kecerdasan buatan, big data dan blockchain.

Rosan menjelaskan, program tersebut diperlukan untuk meningkatkan akurasi, transparansi, keandalan sistem, dan memperluas integrasi Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kabupaten kota ke sistem OSS. “Tahun 2027 Kementrian ATR dan BPN menargetkan penambahan perusahaan RDTR di 400 kabupaten-kota,” ucapnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#kolaborasi investasi #hilirisasi Kaltim #investasi kaltim #Ekonomi Kaltim #Bambang Arwanto