Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Ekonomi Kaltim 2026 Diproyeksi Melambat, BI Patok Pertumbuhan 2-3,75 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Rabu, 24 Juni 2026 | 09:34 WIB
MELAMBAT: Secara tahunan, prospek ekonomi Kaltim diproyeksikan melambat di angka 2-3,75 persen sepanjang 2026.
MELAMBAT: Secara tahunan, prospek ekonomi Kaltim diproyeksikan melambat di angka 2-3,75 persen sepanjang 2026.

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Perekonomian Kalimantan Timur diperkirakan masih tumbuh positif sepanjang 2026, meski lajunya tidak secepat tahun sebelumnya.

Perlambatan sektor berbasis komoditas, khususnya pertambangan batu bara, menjadi faktor utama yang menahan akselerasi ekonomi daerah. Hal itu disampaikan Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.

Ekonomi Kaltim tahun ini diproyeksikan tumbuh pada kisaran 2,00 hingga 3,75 persen secara tahunan. Menurut Jajang, moderasi pertumbuhan terjadi seiring penyesuaian pada sektor pertambangan dan penggalian yang selama ini menjadi kontributor utama ekonomi daerah.

Baca Juga: Sambangi Kementerian ESDM, Pemkab Kutim Minta Revisi RKAB untuk Cegah Ancaman PHK Pekerja Tambang

“Laju pertumbuhan ekonomi diprakirakan lebih rendah dibandingkan tahun sebelumnya. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi kinerja Lapangan Usaha Pertambangan dan Penggalian yang masih berada dalam fase penyesuaian, sejalan dengan dinamika RKAB, moderasi volume produksi dan penjualan batu bara, serta perkembangan permintaan ekspor dari negara mitra dagang utama,” paparnya.

Selain dari sisi produksi, perlambatan juga terlihat pada komponen pengeluaran. Ekspor, konsumsi rumah tangga, dan konsumsi pemerintah diperkirakan tumbuh lebih moderat dibandingkan tahun sebelumnya. Normalisasi konsumsi masyarakat setelah periode Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) serta potensi penyesuaian transfer ke daerah turut memengaruhi ruang fiskal pemerintah daerah.

Namun, perlambatan diperkirakan tidak berlangsung lebih dalam karena masih ditopang investasi yang terus meningkat. Berlanjutnya pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN), proyek strategis nasional, dan investasi swasta diperkirakan mendorong kenaikan Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB).

Baca Juga: Jelang Porprov Kaltim 2026, Tim Hoki Balikpapan Perketat Latihan dan Asah Taktik

“Ke depan, penguatan sumber pertumbuhan nonpertambangan, percepatan realisasi investasi, serta peningkatan nilai tambah sektor unggulan daerah menjadi faktor kunci dalam menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi Kaltim,” kata Jajang.

Dia menilai transformasi struktur ekonomi melalui pengembangan sektor nonkomoditas akan menjadi penentu daya tahan ekonomi Kaltim di tengah tantangan global yang masih berlangsung. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bank indonesia #ekonomi #kaltim #Melambat