KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Produksi padi Kalimantan Timur berpeluang mendapat tambahan pasokan signifikan pada awal tahun ini. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim memperkirakan luas panen padi periode Januari-Maret 2026 mencapai 25,20 ribu hektare, meningkat 24,64 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai menjelaskan, luas panen pada Januari 2026 tercatat 3,43 ribu hektare. Sementara itu, potensi panen pada Februari dan Maret diperkirakan masing-masing mencapai 8,14 ribu hektare dan 13,63 ribu hektare.
"Dengan demikian total luas panen padi pada Januari-Maret 2026 diperkirakan mencapai 25,20 ribu hektare, atau mengalami kenaikan sekitar 4,98 ribu hektare (24,64 persen) dibandingkan luas panen padi pada Januari-Maret 2025 yang sebesar 20,22 ribu hektare,” bebernya, Rabu (24/6).
Data BPS menunjukkan lonjakan panen terutama diperkirakan terjadi pada Maret 2026. Luas panen bulan tersebut berpotensi mencapai 13,63 ribu hektare, mendekati puncak panen yang terjadi pada Maret 2025 sebesar 16,29 ribu hektare.
Jika dibandingkan dengan awal 2025, peningkatan terlihat cukup nyata. Pada Januari-Maret 2025, luas panen masing-masing tercatat 0,21 ribu hektare, 3,72 ribu hektare, dan 16,29 ribu hektare, atau total 20,22 ribu hektare.
Mas’ud mengatakan, angka Februari dan Maret 2026 masih berupa potensi yang diperoleh dari hasil pengamatan KSA. Namun tren tersebut menunjukkan aktivitas pertanian padi pada awal tahun diperkirakan lebih tinggi dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Peningkatan luas panen pada triwulan pertama menjadi modal penting bagi Kaltim dalam menjaga ketersediaan beras, terutama saat kebutuhan pangan masyarakat terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk. (riz)r
Editor : Muhammad Rizki