KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Nilai impor April 2026 melalui pelabuhan di Balikpapan mencapai 741,25 juta dolar atau meningkat 27,40 persen dibandingkan Maret 2026 yang sebesar 581,84 juta dolar.
Kenaikan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan impor sektor migas, khususnya minyak mentah yang menjadi kontributor terbesar.
Dalam hal ini, Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan menunjukkan impor migas pada April 2026 mencapai 678,15 juta dolar atau naik 29,84 persen dibandingkan bulan sebelumnya.
Sementara impor nonmigas juga mengalami kenaikan dari 59,54 juta dolar menjadi 63,10 juta dolar atau meningkat 5,98 persen.
Baca Juga: Kuasai Sepertiga Pasar! Tiongkok Borong Komoditas Ekspor Balikpapan hingga Tembus Jutaan Dolar
Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama Prianto mengatakan peningkatan impor secara bulanan dipicu oleh meningkatnya kebutuhan bahan baku sektor energi.
“Peningkatan impor pada April 2026 terutama berasal dari kelompok migas. Kenaikan terbesar terjadi pada komoditas minyak mentah yang memberikan andil paling besar terhadap total impor Balikpapan,” jelasnya.
Berdasarkan rincian komoditas, impor minyak mentah mencapai 548,30 juta dolar atau meningkat 19,44 persen dibandingkan Maret 2026. Komoditas ini menyumbang 75,06 persen terhadap total impor Balikpapan pada April 2026.
Selain minyak mentah, impor hasil minyak tercatat sebesar 93,63 juta dolar, sedangkan gas mencapai 36,22 juta dolar. Di luar sektor migas, impor nonmigas sebesar 63,10 juta dolar berkontribusi 10,09 persen terhadap total impor.
Baca Juga: Hujan Debu Misterius Guyur Balikpapan, Wakil Wali Kota Ungkap Dugaan Sumbernya
Jika dibandingkan dengan April 2025, kenaikan impor Balikpapan jauh lebih tinggi. Secara tahunan atau year on year, nilai impor meningkat 134,36 persen dari 316,29 juta dolar menjadi 741,25 juta dolar.
Marinda menjelaskan peningkatan tahunan tersebut juga dipengaruhi lonjakan impor migas yang mencapai 165,40 persen.
“Impor migas menjadi pendorong utama kenaikan impor tahunan. Aktivitas perdagangan sektor energi yang cukup tinggi membuat kebutuhan bahan baku dari luar negeri meningkat,” katanya.
Meski terjadi kenaikan impor, kondisi ini menunjukkan tingginya aktivitas industri pengolahan dan kilang yang beroperasi di Balikpapan. Permintaan bahan baku yang meningkat juga menjadi indikator bahwa sektor energi dan industri pengolahan masih menjadi penggerak utama ekonomi kota.
Di sisi lain, impor nonmigas secara kumulatif Januari-April 2026 mencapai 226,01 juta dolar, sedangkan impor migas telah menembus 2,01 miliar dolar. "Total impor Balikpapan selama empat bulan pertama tahun ini tercatat sebesar 2,24 miliar dolar," sebutnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo