KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Di balik setiap unggahan media sosial hotel, promosi paket makan malam, hingga ramainya ballroom saat acara berlangsung, ada proses panjang yang sering kali tidak terlihat oleh publik.
Bagi Marketing Communication Manager Platinum Hotel & Convention Hall Balikpapan Ziw Urim Togatorop, marketing communication bukan sekadar membuat desain menarik atau mempublikasikan promo.
Lebih dari itu, tugas utamanya adalah membangun pengalaman yang membuat orang ingin datang, kembali dan merekomendasikan hotel kepada orang lain. Perempuan yang lebih akrab disapa Zizi itu mengaku selalu memegang prinsip bahwa kreativitas harus berjalan beriringan dengan data.
"Aturannya sederhana, 70 persen plan dan 30 persen mengikuti tren. Sebagian besar konten sudah ada kalendernya, mulai dari promo, event hingga branding. Sisanya fleksibel mengikuti tren selama tetap relevan dengan identitas Platinum," tuturnya.
Namun menurutnya, kreativitas tidak boleh hanya berhenti pada ide. Setiap kampanye selalu dievaluasi melalui berbagai indikator, mulai dari konten yang paling banyak disimpan, jumlah pesan langsung yang masuk, hingga respons masyarakat terhadap sebuah program. "Kreatif tanpa data adalah seni. Kreatif dengan data adalah bisnis," ujarnya.
Pendekatan tersebut menjadi salah satu strategi yang berhasil membantu Platinum Hotel memperluas jangkauan promosi. Tidak hanya mengandalkan media sosial, ia juga aktif membangun hubungan dengan media massa, komunitas, pelaku usaha, hingga pelanggan.
Baginya, relasi yang baik tidak dibangun ketika sedang membutuhkan publikasi. "Ke media saya rutin berbagi informasi, mengundang ke berbagai event dan merespons dengan cepat. Ke komunitas kami membuka ruang kolaborasi. Kepada tamu saya juga sering membalas langsung DM maupun membaca review mereka," kata Zizi.
Ia percaya hubungan yang dijaga secara konsisten akan menghasilkan kepercayaan jangka panjang. "Kalau relasi dijaga sebelum ada butuhnya, saat ada campaign besar semua orang mau ikut membantu mengangkatnya," ujarnya.
Dalam menjalankan pekerjaannya, Ziw juga pernah menghadapi situasi yang menguji ketenangan. Salah satu pengalaman paling berkesan terjadi ketika sebuah acara besar hampir dimulai. Hanya sekitar 30 menit sebelum tamu VIP datang, terjadi kendala kelistrikan yang berpotensi mengganggu jalannya acara.
Sebagai marketing communication, ia harus mengendalikan komunikasi kepada klien, media, hingga tim internal agar situasi tidak berkembang menjadi narasi negatif. Alih-alih panik, ia memilih mengedepankan komunikasi yang terbuka.
"Prinsip saya saat itu over-communicate, jujur dan selalu membawa solusi. Kami menyiapkan genset, memberikan pembaruan kepada klien setiap 15 menit, serta menyesuaikan rundown acara. Syukurnya acara tetap berjalan dan klien justru memberikan apresiasi," tuturnya.
Menurutnya, tantangan terbesar membangun citra Platinum Hotel bukan semata persoalan lokasi yang berada sedikit di luar pusat kota. Yang jauh lebih penting adalah memastikan kualitas pelayanan selalu menjadi alasan tamu datang kembali.
Ia meyakini kombinasi pelayanan prima dan fasilitas lengkap menjadi kekuatan utama Platinum Hotel. "Kami ingin dikenal karena pelayanan yang berkualitas, service excellence, serta fasilitas yang lengkap mulai dari health club, restaurant hingga kids club," katanya.
Pendekatan tersebut turut berkontribusi terhadap pencapaian yang paling ia banggakan sepanjang kariernya. Selama periode 2024 hingga 2025, berbagai kampanye yang menggandeng pihak ketiga, penyelenggaraan expo, promosi digital, serta program musiman seperti New Year Celebration, Imlek dan Iftar berhasil meningkatkan okupansi hotel sekaligus memperkuat eksistensi Platinum Hotel.
"Yang paling membanggakan adalah ketika nama Platinum semakin sering hadir dalam berbagai liputan event besar di Balikpapan dan jaringan media maupun komunitas kami semakin luas," ujarnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo