Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Jangan Mimpi Cepat Kaya, Sekuritas Bongkar Lima Kesalahan Investor Pemula

Raden Roro Mira Budi Asih • Senin, 29 Juni 2026 | 10:53 WIB
Branch Representative Phintraco Sekuritas Balikpapan - Ega Priamay Sella
Branch Representative Phintraco Sekuritas Balikpapan - Ega Priamay Sella

 

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Keinginan memperoleh keuntungan dalam waktu singkat masih menjadi kesalahan yang paling sering dilakukan investor saham pemula. Padahal, investasi di pasar modal membutuhkan proses panjang, disiplin, dan kesiapan menghadapi risiko kerugian.

Branch Representative Phintraco Sekuritas Balikpapan, Ega Priamay Sella, mengatakan, banyak investor baru masuk ke pasar modal dengan ekspektasi keliru. Mereka berharap modal yang ditanamkan bisa berlipat hanya dalam hitungan bulan.

Baca Juga: Update Wilayah Samarinda Padam Listrik Senin, 29 Juni 2026: Meluas, Cek Titik Kawasan dan Jam Pemadamannya

"Investasi itu bukan simsalabim. Jangan berpikir hari ini mulai investasi, enam bulan lagi sudah kaya. Tidak ada yang seperti itu," ujarnya.

Menurut Ega, kesalahan pertama yang paling sering dilakukan adalah FOMO, atau membeli saham hanya karena sedang ramai dibicarakan di media sosial maupun direkomendasikan teman. Investor yang tidak melakukan riset cenderung masuk saat harga sudah tinggi dan berpotensi mengalami kerugian ketika harga kembali turun.

Kesalahan berikutnya yaitu tidak memiliki tujuan investasi yang jelas. Akibatnya, kebiasaan menabung saham menjadi tidak konsisten karena dana yang seharusnya diinvestasikan justru habis untuk kebutuhan konsumtif.

Baca Juga: Raih Podium Perdana, Valrossi dan CRF250R Melesat di Kejurnas Motocross Bekasi

"Kalau tidak punya target, sedikit-sedikit uangnya dipakai. Bulan ini katanya mulai investasi, bulan depan ditunda lagi karena ada pengeluaran lain," katanya.

Dia juga mengingatkan masyarakat agar hanya menggunakan uang dingin untuk berinvestasi. Dana yang sudah dialokasikan untuk biaya kuliah, kebutuhan hidup, maupun kewajiban lain sebaiknya tidak digunakan membeli saham karena pasar modal memiliki fluktuasi yang tidak bisa diprediksi.

Selain itu, investor pemula diminta membiasakan diri melakukan riset sederhana terhadap perusahaan sebelum membeli saham. Informasi mengenai kinerja emiten dapat diakses melalui aplikasi maupun platform resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), sehingga keputusan investasi tidak hanya berdasarkan tren.

Baca Juga: Seni Menghilang ala Perusahaan Tambang di Kutim, Pola Lama yang Ketinggalan Zaman

Deputi Kepala Wilayah BEI Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara Aldila Bandaro menambahkan, setiap instrumen investasi memiliki risiko sehingga masyarakat perlu memahami karakter produk yang dipilih.

"Yang paling penting bukan mengejar untung cepat, tetapi membangun kebiasaan investasi yang benar sejak awal," sebutnya.

Menurut Ega, kerugian dalam investasi merupakan bagian dari proses belajar. Yang harus dihindari bukan kerugiannya, melainkan mengulangi kesalahan yang sama karena tidak memiliki rencana investasi maupun manajemen risiko. (*)

Editor : Dwi Restu A
#bisnis #bongkar #pemula #saham #kesalahan investasi emas